Logo Header Antaranews Kalteng

Tradisi adat Desa Sabuai berpotensi jadi wisata budaya unggulan Kobar

Selasa, 28 Juli 2026 21:29 WIB
Image Print
Tradisi adat tahunan Desa Sabuai yaitu Bebersih Kampung Laut Darat, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-Dispar Kobar

Pangkalan Bun (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menilai Prosesi Adat Bebersih Kampung Laut Darat berpeluang untuk diusulkan sebagai bagian dari Calendar of Events (CoE) kabupaten setempat.

"Prosesi adat tersebut memiliki keautentikan yang luar biasa. Perpaduan antara ritual adat yang sakral, kekayaan 40 jenis kuliner tradisional, seni pertunjukan, serta busana adat menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan pengalaman wisata budaya yang berkelas di Kobar," kata Kepala Dinas Pariwisata Kobar, Rona Nirmala di Pangkalan Bun, Selasa.

Warisan budaya yang merupakan tradisi tahunan milik masyarakat Desa Sabuai, Kecamatan Kumai ini, dinilai berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya unggulan di daerah.

Prosesi adat Bebersih Kampung Laut Darat, selain memiliki nilai sakral yang kuat, tradisi yang ada di dalamnya juga mampu memberikan pengalaman wisata budaya dan gastronomi yang khas bagi wisatawan.

Rona menyampaikan, pihaknya akan terus memberikan pendampingan agar tradisi ini dapat berkembang sebagai daya tarik wisata.

"Tentunya dalam pengembangan itu, kita tidak akan mengurangi nilai-nilai sakral yang ada di dalamnya, karena merupakan warisan dari para leluhurnya," katanya.

Untuk pengembangannya, diperlukan dukungan dengan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi wisatawan.

Hal tersebut agar kesakralan ritualnya tetap terjaga, kebersihan lingkungan pesisir, serta memberikan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam prosesi itu terdapat beberapa tradisi prosesi yang dilakukan, dengan diawali permohonan izin kepada leluhur penjaga wilayah.

Kemudian dilanjutkan, masyarakat secara gotong royong menyiapkan persembahan berupa ancak yang berisi 40 jenis kue tradisional khas Sabuai, sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur atas keberkahan alam.

Selanjutnya pada puncak prosesi, sebanyak enam ancak diarak menuju enam titik sakral yang memiliki makna filosofis dan kosmologis yakni Muhara, Natai Bata, Sambu, Beguruh, Tatah, dan Laut Lepas di perairan Pantai Sabuai.

Setiap lokasi dinilai melambangkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta yang menjadi pedoman hidup masyarakat Desa Sabuai.

Rona menambahkan, pihaknya berharap tradisi adat ini dapat memperkuat citra daerah sebagai destinasi yang kaya akan tradisi dan budaya. Selain itu mampu mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya agar terus hidup, untuk generasi muda ke depan.

Baca juga: Bupati Kobar minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla

Baca juga: OJK Kalteng bangun ekosistem keuangan inklusif di KNMP Tanjung Putri

Baca juga: Bupati panggil PLN tindaklanjuti keluhan pemadaman listrik di Kobar



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026