Logo Header Antaranews Kalteng

Kabupaten Gunung Mas kini miliki tiga Sekolah Lansia

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:25 WIB
Image Print
Kepala DP2KBP3A Gumas Rina Sari (kanan) dan perwakilan GKE saat peluncuran Sekolah Lansia Balawan di Kuala Kurun, Rabu (29/7/2026). ANTARA/HO-DP2KBP3A Gumas

Kuala Kurun (ANTARA) - Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, kini memiliki tiga Sekolah Lansia yang tersebar di beberapa kecamatan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat pembinaan dan kesejahteraan lanjut usia di daerah tersebut.

Bupati Jaya S Monong melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Rina Sari saat dihubungi dari Kuala Kurun, Jumat, mengatakan ketiga sekolah tersebut adalah Sekolah Lansia Barigas, Sekolah Lansia Tabalien, serta Sekolah Lansia Balawan.

"Sekolah Lansia Barigas di Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, diluncurkan pada 2024, sementara Sekolah Lansia Tabalien di Kecamatan Tewah diluncurkan setahun kemudian pada 2025, disusul Sekolah Lansia Balawan di Gereja Kalimantan Evangelis Estomihi Kuala Kurun pada akhir Juli 2026," ungkapnya.

Sekolah Lansia Barigas kini telah memasuki jenjang Standar III sejak April 2026, sedangkan Sekolah Lansia Tabalien masih berada di jenjang Standar II, dan Sekolah Lansia Balawan baru memulai jenjang Standar I.

Sekolah Lansia Balawan menjadi sekolah lansia pertama yang dibentuk di lingkungan gereja di Gumas, sekaligus menandai perluasan model pembinaan lansia berbasis komunitas dan keagamaan di daerah tersebut.

Baca juga: 231 peserta didik baru Sekolah Rakyat Gumas ikuti MPLS 2026/2027

Secara umum, program ini merupakan bagian dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan nonformal berkelanjutan.

Sekolah Lansia dirancang untuk mendorong lansia agar tetap produktif, mandiri, sehat, dan berdaya dalam menjalani masa tua, sekaligus memperkuat peran mereka di tengah keluarga dan masyarakat sekitar.

Materi pembelajarannya mencakup pemeliharaan kesehatan, pola hidup sehat, kesehatan mental dan sosial, penguatan hubungan keluarga, aktivitas produktif, kehidupan spiritual, serta pengetahuan yang menunjang kemandirian lansia sehari-hari.

Keberhasilannya tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, fasilitas kesehatan, organisasi lansia, hingga dukungan keluarga di lingkungan masing-masing peserta.

Perhatian terhadap lansia memiliki makna penting dalam pembangunan daerah, mengingat meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia merupakan bagian dari dinamika demografi yang perlu diantisipasi dengan kebijakan dan program yang tepat sasaran.

Lansia yang sehat dan mandiri diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan keluarga, sekaligus mengurangi tingkat ketergantungan terhadap anggota keluarga lain di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Ke depan, keberadaan tiga Sekolah Lansia ini diharapkan dapat terus memperluas akses pembinaan bagi lansia, sehingga setiap fase kehidupan tetap memiliki ruang untuk bertumbuh dan berdaya," demikian Rina Sari.

Baca juga: Disdukcapil Gumas jemput bola rekam biometrik KTP-el pelajar SMAN 2 Kuala Kurun

Baca juga: Pemkab dan PKK Gumas gelar GPM di Tumbang Tambirah untuk stabilisasi harga

Baca juga: Pemkab Gumas salurkan bantuan bagi 10 kepala keluarga korban kebakaran



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026