Logo Header Antaranews Kalteng

Anggota DPR: 233 desa di Kalteng belum nikmati listrik

Minggu, 2 Agustus 2026 03:57 WIB
Image Print
Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto saat penyerapan aspirasi dalam reses di Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (1/8/2026) malam. ANTARA/Ronny NT
Negara kita sudah merdeka sekian puluh tahun, tetapi masih ada saudara-saudara kita yang belum mendapatkan listrik. Total di Kalimantan Tengah masih ada 233 desa yang belum berlistrik. Ini yang harus kita perjuangkan

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto mengungkapkan masih terdapat 233 desa di Kalimantan Tengah yang hingga kini belum menikmati aliran listrik, meski Indonesia telah puluhan tahun merdeka.

"Negara kita sudah merdeka sekian puluh tahun, tetapi masih ada saudara-saudara kita yang belum mendapatkan listrik. Total di Kalimantan Tengah masih ada 233 desa yang belum berlistrik. Ini yang harus kita perjuangkan," kata Sigit saat penyerapan aspirasi dalam reses di Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu.

Baca juga: DPR pertanyakan klaim PLN, listrik Kalteng masih menyala bergilir

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, pemerataan akses listrik di wilayah tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan bersama, mengingat masih banyak masyarakat di daerah terpencil yang belum memperoleh layanan kelistrikan.

Menurut dia, pada Program Listrik Desa (Lisdes) 2026, Kabupaten Seruyan memperoleh alokasi pembangunan 11 titik yang terdiri atas tiga titik pada tahap pertama dan delapan titik pada tahap kedua.

Program tersebut ditargetkan mampu mengalirkan listrik kepada sekitar 1.329 rumah tangga di wilayah setempat.

Ia mengakui tantangan utama pemerataan listrik di Kalimantan Tengah adalah kondisi geografis yang cukup berat, terutama desa-desa yang dipisahkan oleh sungai dan berada di kawasan pedalaman.

Baca juga: Anggota DPR soroti pentingnya pasokan BBM dan batu bara untuk listrik

Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto foto bersama masyarakat saat penyerapan aspirasi dalam reses di Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (1/8/2026) malam. ANTARA/Ronny NT

Karena itu, ia meminta PT PLN (Persero) mempertimbangkan penerapan teknologi jaringan kelistrikan yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan, termasuk penggunaan jaringan kabel bawah sungai, agar distribusi listrik ke desa-desa yang terisolasi dapat dipercepat.

"Saya sudah menyampaikan kepada pihak PLN, kalau bisa dipertimbangkan juga jaringan yang melewati bawah sungai sehingga masyarakat di wilayah tersebut bisa lebih cepat mendapatkan aliran listrik," kata mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya itu.

Baca juga: Anggota DPR usul kabel bawah sungai untuk atasi kendala listrik di Kalimantan

Ia berharap percepatan program Lisdes dapat terus dilakukan, agar seluruh masyarakat Kalimantan Tengah memperoleh akses listrik yang merata sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan daerah.

Pria yang akrab disapa SKY itu menilai, keberadaan listrik sangat penting untuk membuka akses pelayanan publik di daerah terpencil sehingga tidak seharusnya masih ada wilayah yang belum menikmati listrik pada 2026.

"Kalau sampai saat ini listrik belum masuk, tentu sangat berpengaruh terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat," demikian Sigit K Yunianto.

Baca juga: Anggota DPR RI serius kawal keterbatasan listrik di Barito Selatan

Baca juga: Masih ada warga Kalteng belum nikmati listrik, anggota DPR soroti pemerataan energi

Baca juga: DPR RI soroti Desa Lawang Kamah Kapuas puluhan tahun tak teraliri listrik

Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto saat penyerapan aspirasi dalam reses di Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (1/8/2026) malam. ANTARA/Ronny NT



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026