Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Barsel terima aspirasi terkait pemadaman listrik bergilir

Senin, 3 Agustus 2026 17:14 WIB
Image Print
Wakil Ketua DPRD Barito Selatan Ideham saat memimpin rapat pertemuan antara aliansi masyarakat peduli bersama ULP PLN Buntok, Senin (3/8). ANTARA/Bayu Ilmiawan.

Buntok (ANTARA) - Jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menerima sejumlah aspirasi dari Aliansi Masyarakat Peduli Barsel, terkait sering terjadinya pemadaman listrik secara bergiliran di wilayah setempat.

Wakil Ketua DPRD Barito Selatan, Ideham di Buntok, Senin, mengatakan aspirasi terkait pemadaman listrik bergilir itu telah ditindaklanjuti dengan memfasilitasi mempertemukan Aliansi Masyarakat Peduli Barsel dan PLN.

"Kami bersyukur, dalam pertemuan itu menghasilkan kesepahaman untuk mencari solusi atas persoalan kelistrikan," ucapnya.

Selain membahas pemadaman listrik bergiliran, lanjut dia, DPRD Barsel juga menyampaikan aspirasi mengenai masih adanya 14 desa di Barito Selatan yang hingga kini belum menikmati layanan listrik dari PLN.

"Kami berharap desa-desa itu dapat segera tersambung dengan jaringan listrik PLN, agar masyarakat memperoleh pelayanan yang merata," tandas Ideham.

Sebelumnya, Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Barsel, Jailani, menyatakan kedatangan pihaknya ke DPRD Barsel sebagai bentuk tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat yang diterima, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

"Keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik terus kami terima. Karena itu kami datang untuk menyampaikan aspirasi agar persoalan ini segera mendapat solusi," ujarnya.

Menurut Jailani, pihaknya mengapresiasi hasil pertemuan tersebut karena PLN telah menyampaikan komitmen untuk menghentikan pemadaman listrik bergiliran mulai 5 Agustus mendatang.

Senada dengan itu, perwakilan aliansi lainya, Karnadi Sastra, menyambut baik komitmen yang disampaikan pihak PLN. Ia berharap janji tersebut benar-benar direalisasikan demi kenyamanan masyarakat.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan, pemadaman hanya akan dilakukan apabila terjadi kondisi darurat, seperti gangguan akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik atau keadaan teknis lainnya.

Karnadi juga menegaskan apabila komitmen tersebut tidak dipenuhi, pihaknya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan melibatkan lebih banyak masyarakat.

"Kami berharap masyarakat ikut mengawal komitmen ini. Jika janji tidak ditepati, kami akan menggelar aksi yang lebih besar," tegasnya.

Baca juga: DP3APPKB Barsel optimalkan pencegahan, wujudkan ruang aman bagi perempuan dan anak

Sementara itu, Manager ULP PLN Buntok, Vivin Aprianor, mengatakan mulai 5 Agustus 2026, sistem kelistrikan diharapkan mendapat tambahan pasokan daya sebesar 100 megawatt dari pembangkit listrik PT SLK di wilayah Gunung Mas.

Menurutnya, tambahan daya tersebut diharapkan mampu mengatasi pemadaman listrik bergilir yang selama ini dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban.

"Dengan adanya tambahan daya ini, kami optimistis pemadaman bergiliran karena manajemen beban tersebut dapat segera diakhiri," ujar Vivin.

Pantauan di lapangan, penyampaian aspirasi tersebut dijaga ketat aparat Polres Barito Selatan dengan menurunkan sebanyak 200 personel.

"Penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung di ruang rapat gabungan komisi DPRD tersebut berlangsung dengan aman dan lancar," kata Kapolres Barito Selatan, Jecson R Hutapea.

Baca juga: Kejari Barsel selamatkan Rp407 juta dari kasus korupsi

Baca juga: Dewan Pendidikan Barsel tingkatkan sinergi bersama koorwil pendidikan kecamatan

Baca juga: Reses DPRD Barito Selatan tampung 648 aspirasi masyarakat



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026