
Program Taruna Bhakti dimulai di Sekolah Rakyat Gumas

Kuala Kurun (ANTARA) - Program Taruna Bhakti 2026 resmi berjalan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dengan melibatkan lima Taruna Akademi Kepolisian dan perwira pendamping.
Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Pupita Dewi, melalui KBO Satbinmas Ipda Sabar Hari S di Kuala Kurun, Senin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan edukatif dan humanis kepolisian kepada lingkungan pendidikan.
"Personel yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah tujuh orang, terdiri atas lima Taruna Akpol, satu Perwira Pendamping Akpol, serta satu Perwira Pendamping dari Polda Kalteng," ungkapnya.
Diketahui, Program Taruna Bhakti merupakan inisiasi Kementerian Sosial yang melibatkan taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian di setiap titik Sekolah Rakyat, untuk memberikan pendampingan kepada siswa.
Kegiatan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan lima Taruna Akpol menyampaikan sejumlah materi. Pada hari pertama, materi yang disampaikan terkait pembentukan karakter dan kepribadian siswa.
Ipda Sabar Hari S selaku Koordinator Taruna Bhakti tingkat Polres Gumas turut melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, guna menyelaraskan pelaksanaan agenda agar berjalan tertib sesuai rencana yang disusun.
Melalui program ini, para Taruna Akpol diharapkan memperoleh pengalaman lapangan yang berharga selama bertugas di Gumas, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan yang terus diupayakan Polres setempat.
Kegiatan Taruna Bhakti di Sekolah Rakyat Gumas berlangsung bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ketika para siswa baru mulai beradaptasi dengan lingkungan asrama dan kehidupan sekolah barunya.
Program Sekolah Rakyat telah masuk ke Gumas dalam bentuk rintisan pada 2025, saat itu pembelajaran dilakukan di Hotel Gunung Mas Kuala Kurun dengan jumlah siswa mencapai 100 orang.
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, mulai dilaksanakan sejak 26 Januari 2026, meliputi pembangunan gedung SD, SMP, SMA, asrama putra serta putri, dan lainnya.
Hingga kini pembangunan gedung permanen tersebut terus berlangsung. Sebagian bangunan telah rampung dan digunakan untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Baca juga: Bupati Gumas ajak masyarakat kibarkan bendera merah putih sepanjang Agustus 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Gumas Baryen saat pembukaan MPLS Sekolah Rakyat di Tumbang Tambirah, Jumat (31/7) menyampaikan, dari kuota 270 peserta didik tahun ajaran 2026/2027, tercatat 231 peserta didik baru resmi mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, dengan rincian jenjang SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 51 siswa.
Dari kuota tersebut, sambungnya, masih tersisa 39 kursi untuk jenjang SMA yang hingga kini masih dalam proses penjaringan calon peserta didik dan diupayakan terpenuhi semua.
"Dengan demikian, total peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 Gumas saat ini mencapai 331 orang, terdiri atas 100 peserta didik rintisan yang telah lebih dulu mengikuti pendidikan sejak September 2025, dan 231 peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027," demikian Baryen.
Baca juga: Pemkab Gumas bersama PKK hadirkan layanan kesehatan bagi ratusan warga di empat desa
Baca juga: Pemkab Gunung Mas aktifkan posko siaga karhutla di empat kecamatan
Baca juga: Ratusan siswa Sekolah Rakyat Gunung Mas ikuti CKG
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
