
Pemkot Palangka Raya siagakan puskesmas tekan dampak karhutla

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiagakan seluruh puskesmas untuk meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan di Palangka Raya, Selasa, mengatakan seluruh jaringan pelayanan kesehatan telah disiapkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat upaya pencegahan meningkatnya kasus penyakit akibat paparan asap.
"Seluruh puskesmas sudah kami siagakan, termasuk empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (Pustu), agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal selama terjadi kabut asap," katanya.
Selain menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan juga telah mendistribusikan masker ke seluruh puskesmas untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta warga yang datang mendapatkan pelayanan kesehatan.
Riduan menjelaskan penurunan kualitas udara akibat karhutla berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
"Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker dengan benar sebagai perlindungan dari paparan asap," katanya.
Baca juga: Palangka Raya modernisasi layanan pajak melalui sistem berbasis GIS
Ia juga mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, beristirahat yang cukup, serta memenuhi kebutuhan vitamin selama musim kabut asap.
Selain itu, warga diminta tidak mengabaikan gejala awal gangguan saluran pernapasan seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, maupun sesak napas. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penanganan medis dapat segera diberikan sebelum kondisi kesehatan memburuk.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus penyakit yang berkaitan dengan kabut asap, terutama ISPA, melalui koordinasi intensif bersama seluruh puskesmas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi peningkatan kasus akibat dampak karhutla.
Baca juga: Calon Paskibraka Palangka Raya ikuti Pusdiklat sistem Desa Bahagia
Baca juga: Satlantas Polresta Palangka Raya tingkatkan pengawasan cegah kecelakaan lalu lintas
Baca juga: Palangka Raya Tanggap Darurat Karhutla hingga 10 Agustus
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
