Logo Header Antaranews Kalteng

PT KSJ dan PT diminta tidak keluarkan aset sebelum tuntaskan hak pekerja

Kamis, 6 Agustus 2026 16:04 WIB
Image Print
Anggota DPRD Barito Selatan, Putri Siti Rohmawati. ANTARA/HO.

Buntok (ANTARA) - Anggota DPRD Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Putri Siti Rohmawati mengingatkan sekaligus meminta PT Kencana Sinergi Jaya (KSJ) dan PT Prager Kencana Servis (PKS), agar tidak memindahkan aset operasional perusahaan dari lokasi tambang, sebelum seluruh hak ratusan eks pekerja dan kewajiban kepada masyarakat diselesaikan.

"Aset tersebut sangat penting sebagai bentuk jaminan, agar perusahaan tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya," kata Putri di Buntok, Kamis.

Permintaan itu karena dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Barsel pada tanggal 5 Agustus 2026, pihak perwakilan manajemen PT KSJ dan PT PKS, telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan tidak akan mengeluarkan aset operasional perusahaan dari lokasi tambang.

Legislator Barsel itu mengaku kecewa dalam RDP tersebut, karena PT KSJ dan PT PKS hanya diwakili oleh HCGS managernya saja. Perwakilan itu tidak memiliki mandat mengambil keputusan maupun memberikan kepastian penyelesaian tuntutan para pekerja dan masyarakat setempat.

"RDP yang telah dilaksanakan itu belum menghasilkan titik temu. Penyebabnya, yang hadir tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan. Alhasil rapat ditunda sambil menunggu kehadiran Direktur Utama kedua perusahaan," ujar Putri.

Politisi Partai Demokrat itu menyatakan pihak DPRD mendapat informasi, kedua perusahaan tersebut tidak hanya menunggak gaji ratusan eks pekerja, tetapi juga masih memiliki kewajiban kepada para pedagang dan masyarakat sekitar, yang selama ini menjalin hubungan usaha dengan perusahaan.

Baca juga: Pemkab Barito Selatan salurkan bantuan korban abrasi di Desa Baru

"Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai perusahaan meninggalkan daerah sebelum seluruh kewajibannya diselesaikan. Kalau mereka sudah pergi, kepada siapa masyarakat dan para pekerja akan menagih hak mereka?" tegasnya.

Putri menegaskan, DPRD Barito Selatan akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut hingga hak-hak para pekerja maupun masyarakat yang terdampak benar-benar dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Baca juga: Warga 'serbu' Bazar Pangan murah yang digelar Pemkab Barsel

Baca juga: Gubernur Kalteng: Lima capaian prestasi pembangunan di Barsel tahun 2022

Baca juga: Dua siswi SMP asal Barsel wakili Kalteng ikuti lomba seni tingkat nasional



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026