Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim imbau masyarakat gunakan masker cegah terpapar udara tidak sehat

Sabtu, 8 Agustus 2026 07:18 WIB
Image Print
Setelah berjibaku memadamkan api hingga tengah malam, pagi-pagi petugas kembali bergerak ke lapangan untuk memadamkan kebakaran lahan yang masih marak dan menyebabkan kabut asap di Sampit, Sabtu (8/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker, seiring menurunnya kualitas udara pada Sabtu pagi yang masuk kategori tidak sehat akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Pagi ini pukul 06.00 WIB kondisi PM 2.5 dalam keadaan tidak sehat. Mohon untuk penyesuaian dalam beraktivitas di luar ruang, terutama untuk aktivitas kelompok rentan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam selaku Komandan Harian Posko Bencana Karhutla dan Kekeringan Kotawaringin Timur, Sabtu.

Penurunan kualitas udara terpantau pada Jumat (7/8) malam pukul 21.00 WIB pada alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Monitoring System (AQMS) yang dipasang di Kecamatan Baamang dan di Jalan Jenderal Sudirman km 7 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Indeks pencemaran angka PM 2.5 tercatat di angka 300.4 yang menunjukkan level tidak sehat.

"Artinya peringatan kesehatan risiko efek kesehatan meningkat bagi semua orang yang terpapar selama 24 jam," timpal Multazam.

Memburuknya kualitas udara pada Sabtu dampak kebakaran lahan yang masih marak terjadi di Kotawaringin Timur, khususnya di Kota Sampit dan sekitarnya. Pekatnya kabut asap menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 300 - 400 meter, namun diharapkan kondisinya membaik dalam dua jam berikutnya.

Menyikapi memburuknya kualitas udara, masyarakat diimbau dapat melindungi diri dari terpapar secara asap secara langsung. Terlebih bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita penyakit pernapasan sangat disarankan menggunakan masker untuk mencegah dampak buruk akibat asap.

"Penggunaan masker pelindung hidung dan mulut menjadi keharusan bila dipakai saat beraktivitas luar ruang," sambung Multazam.

Baca juga: Bupati Kotim instruksikan pembenahan Buper Kota Besi

Parahnya asap pada Sabtu pagi terjadi akibat karhutla yang masih marak pada Jumat (7/8) sejak pagi hingga malam. Terpantau ada 223 titik panas atau hotspot pada pagi hari dan 108 titik panas pada sore hari.

Sementara itu, tim gabungan mencatat setidaknya ada 15 lokasi kebakaran lahan. Tim disebar untuk memadamkan api, sedangkan kebakaran yang lokasinya tidak bisa dijangkau jalur darat maka ditangani menggunakan helikopter pengebom air atau water bombing yang dioperasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lokasi kebakaran lahan yang terjadi sepanjang Jumat (7/8) yaitu Jalan Tjilik Riwut Km 7 dekat Perumahan Adikarya Kelurahan Baamang hulu Kecamatan Baamang, Jalan Pramuka dekat Perum Graha Pramuka Tahap 6 Kelurahan Sawahan Kecsmatan Mentawa Baru Ketapang.

Selanjutnya di Jalan Metro TV Gang Telaga III Desa Telaga Baru, Jalan Lembur Kuring Desa Telaga Baru, Jalan Juanda Gang Resmi SDN 3 Ketapang, Jalan Jenderal Sudirman Km 5 Perum Pandawa, Jalan Tidar Gang Kenari.

Kebakaran lahan juga terjadi di Desa Soren Kecamatan Kota Besi, Jalan Lingkar Utara Km 10 Baamang Hulu, Jalan Tjilik Riwut Km. 6.5 di Ujung Tikungan Bandara, Desa Batuah Kecamatan Seranau, Jalan Tjilik Riwut Km 7, Jalan Simpang Kandan Desa Kandan, Tidar 4 Gang Murai serta Desa Bagendang Tengah Jalan Lancang Mandiri Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Sebagian berhasil dipadamkan, namun sebagian belum sepenuhnya padam. Petugas berjibaku memadamkan api hingga malam hari, namun upaya dihentikan sementara dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan petugas karena terbatasnya penerangan, sumber air dan kondisi angin di lokasi kebakaran.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat atas kondisi ini. Tim terus bekerja keras di lapangan, namun tetap mengedepankan keselamatan personel. Kami juga meminta bantuan dan dukungan masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi karhutla ini agar kondisinya tidak semakin parah," demikian Multazam.

Baca juga: DLH Kotim siagakan mobil tangki bantu pasok air bersih

Baca juga: DKUKMPP Kotim perkuat pemasaran produk unggulan kecamatan

Baca juga: Pemadaman kebakaran lahan dekat permukiman jadi prioritas



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026