
41 Kader PWNA Kalteng hadiri Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta

Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 41 kader dan perwakilan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Tengah menghadiri Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta.
Ketua PWNA Kalimantan Tengah, Dwi Purbayanti, saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Sabtu mengatakan bahwa kehadiran tersebut menjadi bagian dari konsolidasi nasional sekaligus momentum memperkuat jejaring dan arah gerakan perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah di Kalimantan Tengah.
“Alhamdulillah, sebanyak 41 orang dari Kalimantan Tengah hadir dalam Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta. Saya berharap Muktamar ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi, dan arah gerakan Nasyiah ke depannya semakin relevan dengan kebutuhan perempuan muda masa kini,” katanya.
Menurut Dwi, Muktamar XV diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarkader dari seluruh Indonesia, tetapi juga mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis serta kepemimpinan yang progresif dan inklusif.
“Muktamar ini diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis serta kepemimpinan yang progresif, inklusif, dan mampu menggerakkan seluruh tingkatan organisasi hingga ke wilayah, daerah, cabang, dan ranting,” ujarnya.
Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Forum tersebut menjadi ruang permusyawaratan bagi kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah untuk mengevaluasi gerakan sekaligus merumuskan arah organisasi dalam menjawab tantangan perempuan muda dan perubahan zaman.
Dalam sambutannya saat membuka Muktamar XV, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir menekankan pentingnya menjadikan Muktamar sebagai ruang musyawarah yang dilandasi ilmu dan hikmah.

“Silakan bermusyawarah dengan kecerdasan dan ilmu yang mencukupi. Walaupun di tengah dinamika negeri, justru Muktamar harus hadir sebagai tempat bermusyawarah yang penuh kebijaksanaan. 'Bil Ilmi Wal Hikmah',” kata Haedar.
Haedar juga mendorong kader Nasyiatul Aisyiyah untuk memperkuat persaudaraan, menjaga komitmen perjuangan, serta mampu mengambil peran dalam memimpin peradaban masa depan. Menurutnya, perempuan muda harus memiliki kekuatan ilmu, moral, dan spiritual agar mampu menghadapi berbagai perubahan zaman.
“Nasyiatul Aisyiyah harus hadir berada di garis depan. Berilah teladan tidak lewat kata-kata, tetapi lewat perbuatan nyata, sebagaimana jargon yang menjadi kultur kita, sedikit bicara, banyak bekerja,” tegasnya.
Dwi mengatakan semangat tersebut sejalan dengan tema Muktamar XV yang diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program nyata dan berdampak bagi kehidupan masyarakat.
“Semoga semangat ‘Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan’ benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang berdampak bagi perempuan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, bagi PWNA Kalteng, hasil Muktamar XV akan menjadi energi baru untuk memperkuat gerakan Nasyiatul Aisyiyah di daerah, khususnya dalam kaderisasi dan perluasan jejaring.
“Bagi kami di Kalimantan Tengah, hasil Muktamar nantinya menjadi energi baru untuk memperkuat kaderisasi, memperluas jejaring, serta menghadirkan gerakan Nasyiah yang semakin membumi dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat,” tutur Dwi.
Kehadiran 41 kader dan perwakilan Kalteng dalam Muktamar XV diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah, cabang, dan ranting, sekaligus memperluas kontribusi perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah bagi masyarakat dan peradaban yang berkelanjutan.
Pewarta : _
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
