
Organisasi dan komunitas dukung upaya penurunan stunting di Gunung Mas

Kuala Kurun (ANTARA) - Sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah ambil bagian dalam upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di daerah setempat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Gumas Rina Sari di Kuala Kurun, Minggu, menyebut partisipasi tersebut merupakan wujud peran aktif masyarakat melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting.
"Genting adalah gerakan gotong royong masyarakat untuk mencegah stunting, di mana keluarga berisiko stunting dihubungkan dengan mitra orang tua asuh dari kalangan pemerintah, swasta, komunitas, hingga organisasi profesi," ungkapnya.
Di Gumas, tuturnya, Genting telah berjalan sejak beberapa waktu lalu dan terus berlanjut hingga saat ini, dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk organisasi dan komunitas.
Program Genting mencakup verifikasi data keluarga berisiko stunting, pemberian edukasi gizi dan pola asuh, serta penyaluran bantuan berupa nutrisi, sarana kebersihan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi keluarga sasaran.
Bentuk konkret dari program tersebut terlihat pada Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Gumas 2026, di Kuala Kurun, Jumat (7/8).
Saat itu sejumlah organisasi dan komunitas yang ada di kabupaten bermoto 'Habangkalan Penyang Karuhei Tatau' juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil.
Organisasi dan komunitas yang dimaksud yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gumas, Dharma Wanita Persatuan (DWP) DP2KBP3A, Komunitas Ibu Muda (KIM), serta GM Run Community.
Baca juga: Pemkab Gumas kembali lindungi ribuan pekerja rentan lewat BPJS Ketenagakerjaan
Selain organisasi dan komunitas tadi, saat itu sejumlah perangkat daerah di lingkup Pemkab Gumas turut membagikan paket bahan pokok kepada keluarga sasaran.
Dengan demikian, jumlah balita dan ibu hamil yang menerima bantuan berupa PMT maupun paket bahan pokok dalam kegiatan tersebut diperkirakan mencapai ratusan orang.
Ia pun berharap ke depan semakin banyak organisasi dan komunitas di Gumas yang ikut berperan aktif mendukung program Genting, demi mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Salah satu organisasi yang berpartisipasi, PWI Gumas, turut menyampaikan pandangannya soal pentingnya kegiatan tersebut bagi upaya pencegahan stunting di daerah.
Ketua PWI Gumas Arham Said menyampaikan pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi profesi seperti PWI.
Ia menilai kegiatan seperti ini sejalan dengan peran sosial organisasi pers yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di masyarakat.
Sebagai catatan, prevalensi stunting di Gumas tercatat sebesar 14,1 persen pada 2024, sehingga upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka tersebut terus digalakkan hingga saat ini.
Bupati Gumas Jaya S Monong menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, organisasi, komunitas, hingga dunia usaha, supaya angka prevalensi stunting di daerah setempat dapat terus menurun.
"Mari kita jadikan semangat Tambun Bungai sebagai landasan gerak kita bersama, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan bagi kita mewujudkan generasi Gumas yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting," demikian Jaya.
Baca juga: Disdukcapil Gumas tetap gencarkan pelayanan KIA meski sudah melampaui target
Baca juga: Taruna Bakti rampung, kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat Gumas diharap terus terjaga
Baca juga: Pemkab Gumas mulai Intervensi Serentak Percepatan Penurunan Stunting 2026
Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
