
Wabup Kotim tekankan keselamatan petugas dalam penanganan karhutla

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati menekankan pentingnya keselamatan personel saat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat potensi kabut asap dan bahaya dari gambut panas di titik kebakaran.
“Karena memang saya ditugaskan oleh Bupati untuk turun ke lapangan langsung melihat sekaligus memastikan keselamatan dan kebutuhan personel Satgas Karhutla di lapangan terpenuhi. Paling tidak menyemangati teman-teman yang berada di lapangan,” kata Irawati di Sampit, Senin.
Irawati menceritakan hasil pantauan langsungnya usai mendampingi personel Satgas Karhutla dalam penanggulangan karhutla, Sabtu (10/8) lalu.
Sebelum itu, ia mengapresiasi semangat petugas yang tetap bekerja di tengah kondisi lapangan yang cukup berat, namun mengingatkan agar semangat tersebut tidak membuat mereka mengabaikan keselamatan diri.
Menurutnya, petugas menghadapi risiko cukup tinggi karena sejumlah lokasi kebakaran berada di kawasan gambut.
Selain asap yang mengganggu pernapasan, permukaan tanah juga masih menyimpan panas sehingga dapat membahayakan petugas ketika melakukan pemadaman.
“Saya melihat sendiri bagaimana mereka bekerja penuh semangat, tetapi tidak melihat bagaimana keselamatan mereka sendiri. Jadi saya juga mengingatkan, bagaimana kita bekerja tetapi juga memperhatikan keselamatan diri sendiri, karena kita punya keluarga di rumah yang menunggu,” ujarnya.
Irawati mengaku ikut merasakan kondisi tersebut ketika turun langsung membantu proses pemadaman.
Baca juga: Bupati Kotim instruksikan seluruh OPD turun tangan atasi karhutla
Ia merasakan panas dari gambut di bawah kaki hingga hampir terperosok ke dalam, sehingga menurutnya petugas harus ekstra hati-hati ketika memasuki lokasi yang terbakar.
Kondisi asap yang pekat juga menjadi tantangan tersendiri. Irawati mengatakan alat pelindung diri (APD) sebenarnya telah tersedia, tetapi penggunaannya di lokasi tertentu menjadi sulit karena asap membuat petugas kesulitan bernapas.
“APD sebenarnya sudah ada, tetapi mereka bilang tidak bisa bernapas. Kalau di luar lokasi kebakaran memang masih bisa, tetapi kalau sudah masuk ke dalam itu sulit. Saya pun merasakannya karena setelah masuk dan terkena kepungan asap, tidak bisa bernapas,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ia meminta personel tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik sudah menurun. Sistem kerja secara bergantian harus diterapkan agar petugas memiliki kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan stamina sebelum kembali melakukan pemadaman.
Disamping keselamatan, Irawati juga menyoroti kebutuhan makanan dan minuman bagi personel yang bertugas.
Menurutnya, kebutuhan logistik menjadi penting karena tenaga petugas terkuras setelah berjam-jam melakukan pemadaman di tengah kondisi panas dan asap.
“Di lapangan ternyata mereka membutuhkan minuman yang bisa menyokong tenaga, yaitu minuman manis. Tentunya harus ada makanan, minuman atau buah-buahan yang menyokong mereka dalam bekerja,” sebutnya.
Irawati bahkan mengambil inisiatif mengantarkan minuman bagi petugas di lapangan. Ia juga menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi tim Satgas Karhutla telah dijadwalkan sebagai bagian dari perhatian terhadap kondisi personel selama menjalankan tugas.
Baca juga: Semarak peringatan kemerdekaan dongkrak penjualan bendera di Sampit
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauannya, sejumlah wilayah masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla, antara lain Desa Kandan, Desa Soren, Camba, Manjalin, Jalan Pandawa, Jalan Wengga Metropolitan dan Jalan Bukit Raya.
Untuk kawasan Camba, Irawati menyebut kebakaran cukup besar sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Penanganan juga dibantu perusahaan besar swasta yang beroperasi di wilayah setempat menggunakan water bombing.
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi ancaman kebakaran masih dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
“Di Camba itu yang besar sekali, tetapi alhamdulillah dibantu oleh perusahaan PT GAP menggunakan water bombing. Modifikasi cuaca oleh BNPB juga dilakukan sampai sekarang. Mudah-mudahan berhasil,” ungkapnya.
Irawati menegaskan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas di lapangan. Seluruh unsur pemerintah, dunia usaha dan masyarakat perlu memperkuat sinergi, terlebih Kotim masih menghadapi ancaman kebakaran.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi munculnya titik api baru dan meringankan beban petugas yang saat ini masih berjibaku menangani Karhutla.
“Kita cegah bersama, kita tangani bersama, demi Kotawaringin Timur yang aman dan nyaman,” demikian Irawati.
Baca juga: Kabut asap mulai ganggu transportasi di Sungai Mentaya Sampit
Baca juga: Pemkab Kotim imbau masyarakat gunakan masker cegah terpapar udara tidak sehat
Baca juga: Pemkab Kotim imbau masyarakat gunakan masker cegah terpapar udara tidak sehat
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
