Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Kotim perintahkan camat hingga kepala desa siaga cegah karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 13:07 WIB
Image Print
Bupati Halikinnor turun ke lapangan memantau penanganan karhutla di Sampit, Senin (10/8/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kotim

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor memerintahkan seluruh jajaran pemerintah, termasuk camat, lurah hingga kepala desa, agar siaga di wilayah masing-masing sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Camat, lurah dan kepala desa, saya minta standby di wilayah masing-masing. Lakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah yang rawan terjadi karhutla,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa.

Bupati menegaskan instruksi tersebut menyikapi meningkatnya intensitas karhutla di sejumlah wilayah di Kotawaringin Timur. Karhutla mulai menimbulkan kabut asap yang mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi.

Halikinnor menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan terhitung sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Dalam kondisi tersebut, seluruh jajaran pemerintah di tingkat wilayah diingatkan untuk tidak meninggalkan tempat tugas, sebagai antisipasi terjadinya karhutla. Selanjutnya, para camat hingga kepala desa diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi karhutla di wilayah masing-masing.

"Semua pihak diminta lebih aktif melakukan pencegahan dan tidak hanya menunggu laporan ketika kebakaran sudah terjadi. Saya minta camat berkoordinasi dengan seluruh kepala desa, agar bisa lebih aktif dalam mencegah hingga menanggulangi karhutla,” tegas Halikinnor.

Menurutnya, keberadaan aparatur pemerintah di wilayah sangat penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Langkah cepat diperlukan agar api tidak berkembang dan meluas, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut.

Apabila ditemukan titik api, camat, lurah dan kades diminta segera berkoordinasi dengan unsur penanggulangan karhutla untuk melakukan penanganan dan pemadaman secara cepat.

“Kalau ada titik api segera ditangani. Jangan sampai api kecil dibiarkan kemudian membesar. Apalagi jika kebakaran terjadi di lahan gambut, itu akan sangat sulit untuk dipadamkan,” tuturnya.

Baca juga: Marak karhutla di Kotim, orang utan selamatkan diri ke kebun warga

Selain memperkuat pemantauan, Halikinnor juga meminta jajaran pemerintah wilayah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

“Jangan sampai masyarakat melakukan pembakaran lahan. Kita harus bersama-sama mencegah agar karhutla tidak semakin meluas,” katanya.

Dia menilai kondisi cuaca yang kering membuat potensi muncul dan meluasnya api semakin tinggi. Upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran pemerintah wilayah dan masyarakat.

Terlebih, dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat dengan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan serta berbagai sektor lainnya.

“Ini bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Kalau sudah muncul kabut asap pekat, dampaknya akan lebih luas, tidak hanya terhadap lingkungan dan kesehatan, tapi juga transportasi, pendidikan hingga perekonomian daerah secara umum,” jelasnya.

Dengan status tanggap darurat yang masih berlangsung, Bupati Halikinnor menegaskan agar seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh setiap kemunculan titik api.

“Jangan menunggu sampai besar. Kalau ada indikasi kebakaran, segera lakukan penanganan. Semua harus bergerak bersama,” demikian Halikinnor.

Baca juga: Kapolres dan Wabup Kotim turun langsung padamkan karhutla di Sampit

Baca juga: DPRD Kotim minta sekolah patuhi penyesuaian jam belajar selama kabut asap

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat pemahaman aturan untuk tekan eskalasi karhutla



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026