Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Kalteng nilai harga karet Rp15 ribu kembali gairahkan semangat petani

Selasa, 11 Agustus 2026 14:05 WIB
Image Print
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik. ANTARA/Dokumentasi pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik, menilai kenaikan harga karet hingga menembus Rp15 ribu per kilogram kembali menggairahkan petani untuk mengelola kebun dan menderes atau menyadap karet.

“Sekarang harga karet sudah mendingan dan naik. Masyarakat juga mulai bersemangat lagi untuk menderes,” katanya, Selasa.

Menurut Sutik, kenaikan harga tersebut cukup terasa bagi petani setelah sebelumnya harga karet berada di kisaran Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram.

Harga pada kisaran tersebut dinilai membuat hasil penjualan karet sulit menutup biaya operasional kebun sehingga sebagian petani mengurangi aktivitas penyadapan.

“Kalau sebelumnya banyak yang malas karena harganya rendah, sekarang harga yang saya tahu sudah mencapai Rp15 ribu lebih per kilogram,” ucapnya.

Sutik mengatakan harga yang lebih tinggi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani dibandingkan kondisi sebelumnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga karet tersebut, namun menilai kondisi itu patut disyukuri karena dapat membantu petani memenuhi biaya produksi sekaligus memperoleh pendapatan.

“Kenapa bisa naik, saya juga tidak tahu penyebabnya. Alhamdulillah harga naik tinggi, karena kalau harga di tingkat petani rendah, biaya operasional mereka tidak akan cukup, bahkan bisa habis untuk biaya produksi,” ujarnya.

Menurut dia, keberlanjutan perkebunan karet masyarakat sangat dipengaruhi harga jual yang diterima petani.

Karena itu, Sutik berharap kenaikan harga yang terjadi saat ini dapat bertahan sehingga petani tetap memiliki semangat untuk merawat kebun dan menderes secara rutin.

“Kita di DPRD Kalteng berharap pemerintah dan pihak terkait ikut memperhatikan rantai perdagangan karet, sehingga kenaikan harga yang dirasakan saat ini bisa lebih stabil dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” demikian Sutik.

Baca juga: DPRD Kalteng dorong Disdik Kotim sesuaikan jam belajar cegah ISPA

Baca juga: DPRD Kalteng minta data penyaluran BBM disinkronkan

Baca juga: DPRD Kalteng dorong akses Katingan-Mendawai untuk pangkas biaya distribusi



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026