
DPRD Kalteng nilai sinergi lintas sektor penting hadapi tantangan daerah

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menilai sinergi TNI, pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Kehadiran Kodam tentu sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan,” katanya, Selasa.
Menurutnya, tantangan daerah tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga bencana alam dan berbagai persoalan sosial yang membutuhkan penanganan bersama.
Ia menilai keberadaan Kodam XXII/Tambun Bungai memiliki posisi strategis karena prajurit juga dapat terlibat dalam penanganan persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“TNI tidak hanya berbicara soal pertahanan. Dalam kondisi tertentu, seperti bencana maupun persoalan sosial di tengah masyarakat, kehadiran prajurit juga sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Junaidi mengatakan kolaborasi antarlembaga menjadi penting agar penanganan berbagai persoalan di daerah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Selain memperkuat sinergi, ia menilai kemampuan dan kesiapan personel juga harus terus ditingkatkan mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan dinamika sosial.
“Tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu peningkatan kemampuan, kesiapan personel dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi sesuatu yang harus terus dilakukan,” ujarnya.
Menurut dia, modernisasi harus berjalan seiring dengan penguatan kedekatan prajurit dengan masyarakat karena hubungan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kondisi daerah tetap kondusif.
Junaidi juga berharap Kodam XXII/Tambun Bungai dapat terus mendukung program pembangunan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap sinergi yang sudah terbangun selama ini terus dijaga. Pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat harus berjalan bersama agar pembangunan dan keamanan di Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan tetap terjaga,” demikian Junaidi.
Baca juga: DPRD Kalteng nilai harga karet Rp15 ribu kembali gairahkan semangat petani
Baca juga: DPRD Kalteng dorong Disdik Kotim sesuaikan jam belajar cegah ISPA
Baca juga: DPRD Kalteng minta data penyaluran BBM disinkronkan
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
