
DPRD Kalteng dukung penguatan penanggulangan karhutla di Kotim

Sampit (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Pipit Setyorini mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur dioptimalkan agar musibah tahunan saat kemarau ini benar-benar bisa diatasi.
"Informasi yang kami terima, saat ini Kotim sudah masuk dalam tanggap darurat. Artinya, situasinya sudah makin meluas dan perlu penanggulangan. Dengan status tanggap darurat, penanganannya harus segera dimaksimalkan,” jelas Pipit di Sampit.
Legislator Kalimantan Tengah dari daerah pemilihan Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan ini berkunjung ke Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (10/8), untuk memantau langsung kondisi karhutla dan penanganannya.
Dia didampingi anggota Fraksi PKB DPRD Kotawaringin Timur yakni Marudin, M Abadi, M Idi dan Zainudin. Kunjungan ini sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap maraknya karhutla yang terjadi di Kotawaringin Timur saat ini.
Pipit dan rombongan berkunjung ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur. Dia sekaligus menyerahkan bantuan untuk personel yang bertugas menangani karhutla.
Bantuan yang diserahkan berupa minuman dan multivitamin untuk menunjang kondisi fisik para petugas yang selama ini bekerja di lapangan dalam upaya memadamkan kebakaran.
“Kami ke BPBD adalah bentuk support dan dukungan moril kami terhadap rekan-rekan BPBD dan satgas yang tergabung dalam penanggulangan karhutla di wilayah Kotawaringin Timur. Kami anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Fraksi PKB dapil Kotim -Seruyan bersama rekan-rekan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kotim, memberi dukungan dan apresiasi kepada BPBD bersama seluruh tim dan relawan sebagai garda terdepan dalam menangani karhutla,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Kalteng nilai sinergi lintas sektor penting hadapi tantangan daerah
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap para petugas yang berada di garis depan penanganan bencana karhutla. Petugas juga perlu mendapat perhatian agar mereka selalu dalam kondisi bugar sehingga bisa terus terjun ke lapangan memadamkan karhutla.
“Ini bentuk kepedulian dan dukungan kami terhadap bencana. Kami menyerahkan sedikit bantuan untuk rekan-rekan yang di lapangan berupa minuman dan multivitamin. Harapan kami mudah-mudahan bermanfaat,” kata Pipit yang juga Ketua DPC PKB Kotawaringin Timur.
Selain memberikan dukungan kepada petugas, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar lahan. Menurutnya, pembakaran lahan memberikan dampak luas, tidak hanya terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga menambah beban para petugas penanggulangan bencana.
“Kami mengajak masyarakat untuk menyudahi, tidak lagi membakar lahan dengan tujuan apa pun. Dampaknya bukan hanya buruk bagi kesehatan dan lingkungan, tetapi kita melihat rekan-rekan yang ada di BPBD harus berjibaku hampir 24 jam di lapangan untuk memadamkan api,” tegasnya.
Selain kondisi karhutla, BPBD juga menyampaikan masih adanya kebutuhan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pemadaman api. Salah satunya adalah kebutuhan selang dan perlengkapan penunjang lainnya.
Kondisi tersebut menjadi catatan bagi DPRD Kalteng dan DPRD Kotim untuk ditindaklanjuti melalui jalur kelembagaan, termasuk mendorong dukungan anggaran maupun bantuan peralatan sesuai kewenangan dan mitra kerja masing-masing.
“Kami mendapat informasi bahwa BPBD juga masih kekurangan beberapa alat untuk menunjang proses pemadaman, di antaranya selang dan lain sebagainya. Itu nanti menjadi catatan khusus bagi kami. Mudah-mudahan nanti bisa kita bantu melalui rekan-rekan yang ada di DPRD kabupaten, Fraksi PKB, sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” demikian Pipit Setyorini.
Baca juga: DPRD Kalteng soroti layanan dasar sebagai penopang ekonomi di DAS Barito
Baca juga: DPRD Kalteng nilai sinergi lintas sektor penting hadapi tantangan daerah
Baca juga: DPRD Kalteng nilai harga karet Rp15 ribu kembali gairahkan semangat petani
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
