Logo Header Antaranews Kalteng

Posyandu Kotim perkuat edukasi pencegahan kebakaran sejak dini

Rabu, 12 Agustus 2026 06:33 WIB
Image Print
Ketua TP Posyandu Kotim Khairiah Halikinnor turut terlibat dalam praktek pemadam kebakaran di SDN 1 Mentawa Baru Hilir, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Tim Penggerak Posyandu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperkuat edukasi pencegahan dan penanganan bahaya kebakaran sejak dini melalui sosialisasi dan praktik pemadaman api kepada siswa SD Negeri 1 Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Hari ini salah satu kegiatan Posyandu yang masuk dalam enam SPM dengan melibatkan Disdamkarmat. Kami mempraktekkan langsung cara memadamkan api,” kata Ketua TP Posyandu Kotim Khairiah Halikinnor di Sampit, Selasa.

Khairiah menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat.

Menurutnya, edukasi kebakaran sejak usia sekolah penting karena anak-anak dapat menjadi penyampai informasi kepada keluarga, khususnya mengenai langkah awal yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran di rumah.

Khairiah berharap siswa yang mengikuti kegiatan tersebut mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua, sehingga pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran tidak berhenti di lingkungan sekolah.

“Harapannya anak-anak bisa memberitahu orang tuanya cara memadamkan api kalau terjadi di rumah. Kalau di sekolah, murid dan guru juga sudah tahu cara pemadaman dan bisa bekerja sama,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dan guru tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diperkenalkan dengan praktik pemadaman api dibantu para petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim.

Meski tidak melakukan secara langsung, namun anak-anak diajarkan tahapan yang perlu dilakukan ketika terjadi kebakaran. Mereka juga diberikan informasi mengenai nomor kontak petugas pemadam kebakaran yang dapat dihubungi ketika kebakaran tidak memungkinkan ditangani secara mandiri.

Khairiah menekankan masyarakat tetap harus mengutamakan keselamatan dan segera menghubungi petugas apabila api membesar atau berpotensi membahayakan.

Edukasi tersebut dinilai semakin penting karena saat ini Kotim memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Baca juga: BPKP Kalteng tinjau progres pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kotim

Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber api di rumah, termasuk ketika terjadi pemadaman listrik dan warga menggunakan lilin sebagai penerangan sementara.

“Kalau menggunakan lilin, tolong dijaga sampai benar-benar padam sebelum tidur. Ini hal sederhana, tetapi harus diperhatikan karena bisa menjadi sumber kebakaran,” ucapnya.

Selain Disdamkarmat, penerapan enam SPM Posyandu juga melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD dan perangkat daerah lainnya sesuai bidang pelayanan masing-masing.

Khairiah menerangkan, kegiatan edukasi dengan berbagai tema tersebut telah beberapa kali dilaksanakan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari pihak yang membutuhkan sosialisasi.

“Khusus di SDN 1 Mentawa Baru Hilir hari ini, materi difokuskan pada pencegahan serta penanganan kebakaran, namun sosialisasi bidang lainnya juga terus kami laksanakan di sekolah-sekolah lain,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala SDN 1 Mentawa Baru Hilir Halimatussadiah menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi kebakaran.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan Damkar ini sangat membantu kami. Anak-anak bisa mengetahui bagaimana cara memadamkan api kalau terjadi musibah kebakaran di mana pun,” ucapnya.

Ia menyampaikan, antusiasme siswa mengikuti kegiatan cukup tinggi. Bahkan, siswa dari kelas I hingga kelas VI turut berpartisipasi dalam praktik pemadaman yang diberikan petugas.

Ia pun berharap pengetahuan yang didapat dari kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, tetapi dapat membentuk kewaspadaan siswa dan guru terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini para siswa dan guru semakin waspada kalau-kalau terjadi kebakaran di sekolah,” demikian Halimatussadiah.

Baca juga: Intensif di Kotim, Densus 88 beberkan ciri-ciri anak terpapar paham kekerasan

Baca juga: DPRD Kalteng dukung penguatan penanggulangan karhutla di Kotim

Baca juga: DP3AP2KB Kotim gencar perkuat sinergi lintas sektor untuk perlindungan anak



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026