Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup harap APBD 2027 optimal entaskan kemiskinan di Kobar

Rabu, 12 Agustus 2026 07:11 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kobar Suyanto di Pangkalan Bun, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Safitri RA

Pangkalan Bun (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Suyanto menyampaikan harapan pemerintah daerah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tahun 2027 membawa dampak signifikan, salah satunya menjawab persoalan kemiskinan secara terintegrasi.

"Untuk menurunkan angka kemiskinan perlu diperkuat dan dilakukan secara konsisten, salah satunya dengan melaksanakannya program penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi, berbasis data, tepat sasaran, dengan hasil yang terukur," kata Suyanto di Pangkalan Bun, Selasa.

Menurutnya, kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, namun juga berkaitan dengan akses pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, produktivitas dan berbagai pelayanan dasar lainnya.

Hal tersebut mengingat pada tahun 2027, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 3,1 persen dan gini ratio berada pada angka 0,265.

Sementara itu, untuk tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun menjadi sebesar 3,71 persen.

"Dalam mengatasi pengangguran, kita harus memperkuat keterkaitan antara investasi dunia usaha, pendidikan, pelatihan kerja, UMKM dan penciptaan lapangan kerja," ucap Suyanto.

Baca juga: Karhutla semakin marak, Pemkab Kobar siap berlakukan tanggap darurat

Hal tersebut disampaikannya menanggapi disepakatinya Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar belum lama ini.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti terhadap penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dan rancangan Perda tentang APBD tahun anggaran 2027.

Salah satunya dengan memperhatikan peningkatan penggalian potensi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui inovasi, intensifikasi dan ekstensifikasi, yang tetap memperhatikan kondisi serta kemampuan masyarakat.

Selanjutnya, memastikan setiap program dan kegiatan memiliki indikator kinerja dan target yang jelas, sehingga keberhasilan pembangunan dapat di ukur secara objektif, peningkatan kualitas belanja dengan mengedepankan efisiensi, ekonomis, transparan dan akuntabel.

Selain itu memprioritaskan peningkatan proporsi belanja yang bersifat pokok dan langsung memberikan manfaat kepada masyarakat, di bandingkan dengan belanja penunjang.

Suyanto menambahkan, tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks, baik dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan.

"Namun dengan sinergi dan komitmen yang kuat dari semua pihak, saya yakin kita mampu wujudkan Kotawaringin Barat yang semakin jaya, maju, mandiri dan berdaya saing," demikian Suyanto.

Baca juga: BPBD Kobar imbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla

Baca juga: RDP DPRD Kobar hasilkan sejumlah kesepakatan terkait BBM dan listrik

Baca juga: Wabup Kobar: Pembangunan infrastruktur dasar fondasi pertumbuhan ekonomi



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026