Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Palangka Raya sebut MBG di Petuk Ketimpun terkendala persiapan wilayah 3T

Rabu, 12 Agustus 2026 12:51 WIB
Image Print
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro. ANTARA/Rajib Rizali.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jati Asmoro mengatakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Petuk Ketimpun masih menunggu penyelesaian sejumlah persiapan karena wilayah tersebut masuk kategori daerah 3T.

“Untuk daerah 3T seperti Petuk Ketimpun memang masih dalam tahap persiapan. Pemerintah sedang menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis agar program ini bisa berjalan dengan baik,” katanya, Rabu.

Dia menjelaskan, pihaknya memperoleh informasi bahwa SDN 1 Petuk Ketimpun telah beberapa kali didata sebagai calon penerima MBG, namun hingga kini program tersebut belum terealisasi bagi para siswa.

Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan tantangan pelaksanaan program di wilayah 3T yang membutuhkan kesiapan lebih dari sisi administrasi, sarana pendukung maupun mekanisme distribusi.

Pemerintah saat ini masih melakukan penyelesaian terhadap berbagai kebutuhan tersebut agar pelaksanaan MBG di kawasan terpencil dapat berjalan secara efektif dan tidak terkendala ketika program mulai diterapkan.

“Bukan hanya Petuk Ketimpun, tetapi beberapa wilayah 3T lainnya juga masih dalam proses penyiapan. Jadi bukan tidak mendapat program, melainkan masih menunggu tahapan yang sedang diselesaikan oleh pemerintah,” ucapnya.

Jati menegaskan, belum terealisasinya MBG di Petuk Ketimpun bukan berarti kawasan tersebut diabaikan atau tidak termasuk sasaran program pemerintah pusat.

Ia menyebutkan, sejumlah wilayah lain di Kota Palangka Raya juga menghadapi kondisi serupa, terutama kawasan di Kecamatan Rakumpit dan daerah terpencil lainnya yang memiliki tantangan geografis serta keterbatasan infrastruktur.

Menurut Jati, kondisi geografis tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyiapkan distribusi dan pelaksanaan MBG agar makanan bergizi dapat diterima siswa secara tepat dan berkelanjutan.

Pihaknya mendorong agar seluruh tahapan persiapan dapat segera diselesaikan sehingga siswa di wilayah terpencil tidak terlalu lama menunggu manfaat program tersebut.

“Harapan kami tentu program ini dapat segera berjalan sehingga anak-anak di wilayah 3T juga mendapatkan hak yang sama untuk menerima manfaat Program MBG,” demikian Jati.

Baca juga: Disdik Palangka Raya perkuat disiplin pegawai lewat apel rutin

Baca juga: HUT Kodam Tambun Bungai, Pemkab Barut berkomitmen sinergi bersama TNI

Baca juga: Disdik Palangka Raya imbau siswa cegah ISPA akibat karhutla



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026