Logo Header Antaranews Kalteng

Ketua PKK Kotim pantau implementasi program Aku Hatinya PKK di desa

Rabu, 12 Agustus 2026 15:06 WIB
Image Print
TP PKK Kotim melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan implementasi program Aku Hatinya PKK, Rabu (12/8/2026). ANTARA/HO-Prokopim Kotim

Sampit (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melakukan kunjungan lapangan untuk memantapkan pelaksanaan program Aku Hatinya PKK yang berkaitan dengan Pokja III.

“Hari ini kami berkunjung ke beberapa desa, untuk memantau pelaksanaan khususnya yang berkaitan dengan Pokja III, karena ini sangat penting bagi masyarakat desa atau sekitarnya,” kata Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor di Sampit, Rabu.

Aku Hatinya PKK merupakan akronim dari Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman. Program ini merupakan salah satu gerakan atau program unggulan dari TP PKK yang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan atau halaman rumah secara optimal.

Terdapat lima desa yang dikunjungi dalam kegiatan kali ini, yakni Desa Eka Bahurui, Pelangsian, Bangkuang Makmur, Bapeang dan Bapanggang Raya yang semuanya berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Khairiah mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Kotim memastikan program Aku Hatinya PKK tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Masyarakat didorong untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman bumbu dapur yang dapat dikonsumsi sendiri.

Menurutnya, halaman rumah sebaiknya tidak hanya ditanami tanaman hias, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan, seperti cabai, sayuran dan berbagai kebutuhan dapur lainnya.

“Kalau bunga boleh tetap ada, tetapi kalau bisa harus ada juga tanaman sayuran, khususnya untuk konsumsi sendiri seperti cabai dan bumbu dapur, sehingga tidak semuanya harus dibeli,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran di simpang Samekto Sampit timbulkan kerugian ratusan juta

Khairiah menilai pemanfaatan pekarangan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Apalagi, kondisi perekonomian saat ini menuntut masyarakat untuk semakin efisien dalam mengelola kebutuhan keluarga. Dengan menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri, beban pengeluaran dapat ditekan sekaligus membantu menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Ini juga salah satu antisipasi ketika barang-barang di pasar naik harga, sehingga kita bisa mencegah atau terhindar dari dampak inflasi. Tujuannya memudahkan dan meringankan masyarakat,” tuturnya.

Dari hasil pemantauannya, Khairiah menyebut pelaksanaan program Aku Hatinya PKK sudah berjalan cukup baik. Namun, ia mengingatkan agar tanaman yang telah dikembangkan terus dipelihara sehingga hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Selain tanaman pangan, ia juga mendorong pengembangan kolam ikan sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pangan keluarga. Pengembangan tersebut diharapkan dapat melengkapi pemanfaatan pekarangan sekaligus membuka peluang tambahan bagi keluarga.

Khairiah juga meminta TP-PKK desa menyebarluaskan praktik pemanfaatan pekarangan kepada masyarakat di lingkungan sekitar agar manfaat program tidak berhenti pada lokasi yang dikunjungi.

“Kegiatan ini akan kami lakukan menyeluruh. Yang terdekat dulu kami kunjungi, kemudian secara bertahap kalau ada kunjungan ke daerah, kami sempatkan melihat kegiatan Pokja 3,” pungkasnya.

Baca juga: Tiga terdakwa kasus narkotika di Kotim dituntut hukuman mati

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Pelangsian Irmawati menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua TP PKK Kotim dan jajaran, karena memberikan masukan langsung terkait pengembangan program Aku Hatinya PKK di tingkat desa.

“Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Hatinya PKK di Desa Pelangsian sudah cukup bagus, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama menyampaikan kepada masyarakat agar menanam tanaman keluarga untuk membantu menambah pendapatan keluarga,” ucap Irmawati.

Ia menambahkan, TP PKK Desa Pelangsian secara rutin melaksanakan kegiatan setiap bulan dengan melibatkan masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada berkebun, tetapi juga mencakup pembuatan kerajinan dan berbagai keterampilan yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.

Irmawati menyebut, partisipasi masyarakat dalam kegiatan TP PKK cukup baik dan hasil kegiatan berupaya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun bermasyarakat.

“Alhamdulillah masyarakat sudah mengikuti kegiatan kami setiap bulan dan sebagian kegiatan bisa diterapkan dalam kehidupan mereka, baik dalam berkeluarga maupun bermasyarakat,” ungkapnya.

Meski begitu, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi kendala berupa kesibukan masyarakat yang beragam sehingga tidak seluruh warga dapat hadir dalam setiap pertemuan.

Irmawati berharap pendampingan dan kunjungan dari TP PKK Kabupaten Kotim dapat menjadi motivasi bagi kader dan masyarakat untuk terus mengembangkan program Aku Hatinya PKK, terutama dalam pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan keterampilan, serta penguatan kemandirian keluarga.

“Kami berharap program ini tidak hanya memperindah lingkungan permukiman, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi yang tersedia di sekitar rumah,” demikian Irmawati.

Baca juga: BKSDA Sampit ingatkan efek domino karhutla pada sektor pertanian

Baca juga: Posyandu Kotim perkuat edukasi pencegahan kebakaran sejak dini

Baca juga: BPKP Kalteng tinjau progres pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kotim



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026