Logo Header Antaranews Kalteng

PMI Gumas salurkan air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan

Kamis, 13 Agustus 2026 14:51 WIB
Image Print
Ketua PMI Gumas Efrensia LP Umbing, didampingi Bendahara PMI Yestati Agave, Direktur Perumdam Hendra Toendan, dan lainnya, memantau pendistribusian bantuan air bersih di Desa Tumbang Lampahung Kecamatan Kurun, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-PMI Gumas

Kuala Kurun (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menggelar Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 untuk menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa di wilayah setempat.

Ketua PMI Gumas Efrensia LP Umbing saat dihubungi dari Kuala Kurun, Kamis, menyampaikan operasi tersebut bertujuan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan akses air bersih di tengah kekeringan ekstrem akibat El Nino.

"Dalam melaksanakan operasi ini kami bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 mulai berjalan sejak Senin (10/8) dan masih berlanjut hingga saat ini, menjangkau sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kurun.

Penyaluran bantuan air bersih dimulai di Tanjung Riu pada Senin (10/8), berlanjut ke Tumbang Lampahung pada Selasa (11/8), Tewang Pajangan pada Rabu (12/8), dan Hurung Bunut pada Kamis (13/8).

Dalam pelaksanaan penyaluran air bersih, PMI Gumas dan Perumdam Maruang Duhung mengerahkan mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter ke setiap desa tadi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Baca juga: DPRD Gunung Mas minta kegiatan seremonial dipangkas

Terpisah, Direktur Perumdam Maruang Duhung Hendra Toendan menyampaikan pihaknya berkomitmen membantu mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Perumdam Maruang Duhung dan PMI Gumas turut mendukung kesehatan dan kebersihan lingkungan, sekaligus menjalin sinergi antarlembaga sebagai wujud nyata pelayanan bagi masyarakat.

Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh warga penerima, seperti di Tanjung Riu.

Kepala Desa Tanjung Riu Walter S Sindi mengatakan, sebanyak 186 kepala keluarga di desanya selama ini mengandalkan sumur bor untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus.

Namun kemarau berkepanjangan membuat sumur bor warga mengering. Untuk mencuci, warga masih terbantu oleh Sungai Kahayan yang mengalir tepat di sisi desa.

Berbeda dengan kebutuhan mencuci, untuk konsumsi sehari-hari sebagian warga bahkan terpaksa membeli air isi ulang akibat keterbatasan sumber air bersih selama musim kemarau ini.

"Bantuan air bersih dari PMI Gumas dan Perumdam Maruang Duhung sangat berarti bagi warga Tanjung Riu, apalagi diberikan secara gratis," demikian Walter S Sindi.

Baca juga: Pemkab Gunung Mas salurkan beasiswa bagi 65 mahasiswa

Baca juga: Pemkab Gumas maknai HKAN sebagai pengingat pentingnya alam bagi kehidupan

Baca juga: APBD Gumas 2027 diprioritaskan untuk tiga sektor utama



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026