Logo Header Antaranews Kalteng

37 mahasiswa FK UMPR Angkatan ketiga resmi tempati asrama

Kamis, 13 Agustus 2026 15:30 WIB
Image Print
37 mahasiswa FK UMPR Angkatan ketiga resmi tempati asrama di Kampus 2 UMPR di Palangka Raya. (ANTARA/UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 37 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (FK UMPR) angkatan ketiga resmi menempati asrama mahasiswa melalui kegiatan ramah tamah dan silaturahmi bersama orang tua di Dormitory UMPR, Kampus 2 UMPR pada Rabu (12/8).

Penyambutan mahasiswa tersebut dilakukan oleh Rektor UMPR yang dalam kesempatan itu diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Apt Guntur Satrio Pratomo MSi.

"Terima kasih sudah mempercayakan putra-putrinya kepada kami. Pendidikan kedokteran bukanlah proses yang mudah, sehingga usaha maksimal harus selalu diiringi dengan doa,” kata Guntur di Palangka Raya, Kamis.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pihak universitas untuk menyambut mahasiswa sekaligus mempererat silaturahmi dengan orang tua mahasiswa.

Ia mengatakan, mahasiswa FK UMPR akan ditempa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang baik, disiplin, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.

"Kalian harus kuat untuk menjadi dokter. Pendidikan ini tidak mudah, tidak gampang, dan tidak murah. Buktikan bahwa kalian adalah mahasiswa yang layak berada di Fakultas Kedokteran. Apa pun kesulitannya, jangan menyendiri. Sampaikan kepada kami," ujarnya.

Guntur juga menyampaikan bahwa asrama diharapkan dapat menjadi rumah kedua bagi mahasiswa selama menjalani pendidikan. Karena itu, orang tua tetap diberikan ruang untuk mengunjungi dan berkomunikasi dengan putra-putrinya dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku di asrama.

“Kami berharap asrama ini bisa menjadi rumah kedua, bahkan menjadi rumah yang dirindukan. Orang tua dipersilakan mengunjungi anak-anaknya kapan saja selama tidak mengganggu aktivitas di asrama. Kami juga berharap dukungan orang tua terus diberikan karena perjalanan pendidikan kedokteran membutuhkan proses yang panjang,” katanya.

Ia turut mengingatkan mahasiswa untuk bersama-sama menjaga lingkungan asrama agar tetap aman dan nyaman, termasuk mencegah terjadinya perundungan, kekerasan, maupun bentuk pelanggaran lainnya.

“Kalau ada bullying, kekerasan, atau persoalan lainnya, jangan takut untuk melapor. Kami terbuka. Jangan sampai ada mahasiswa yang menghadapi masalah seorang diri, apalagi sampai mengunci diri di kamar. Sampaikan kepada kami agar bisa kita selesaikan bersama,” tutur Guntur.

Sementara itu, Pembina Asrama FK UMPR, Dr. Ade S. Permadi, M. Pd mengatakan kehidupan di asrama menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Selain menjadi tempat tinggal, asrama menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta membangun kebersamaan dengan mahasiswa lainnya.

“Mahasiswa akan belajar banyak hal selama berada di asrama, termasuk bagaimana hidup bersama, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan. Kalau masih belum terbiasa dengan kedisiplinan, masih ada kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri,” katanya.

Ia berharap asrama dapat menjadi lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa dalam menjalani pendidikan sekaligus menjadi tempat untuk saling mengenal dan menguatkan.

Kegiatan ramah tamah tersebut diikuti 37 mahasiswa FK UMPR angkatan ketiga bersama orang tua dan pengelola asrama. Kegiatan ini diharapkan juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenal lebih dekat lingkungan tempat tinggal putra-putrinya selama menempuh pendidikan di FK UMPR.

Salah seorang mahasiswa FK UMPR angkatan ketiga, Meitsa, mengatakan dirinya telah memilih FK UMPR sejak awal sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Sebagai alumnus SMAS 1 Muhammadiyah Palangka Raya, ia merasa UMPR menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter.

“Saya memang sejak awal sudah memilih Fakultas Kedokteran UMPR untuk melanjutkan pendidikan. Sebagai alumnus SMAS 1 Muhammadiyah Palangka Raya, saya merasa UMPR menjadi pilihan yang tepat untuk melanjutkan cita-cita saya menjadi dokter,” ujar Meitsa.

Menurut dia, tinggal di asrama menjadi pengalaman baru yang memberikan kesempatan untuk belajar lebih mandiri sekaligus beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru.

“Masuk asrama menjadi pengalaman baru bagi saya. Di sini saya tidak hanya belajar tentang pendidikan kedokteran, tetapi juga belajar mandiri, beradaptasi, dan membangun kebersamaan dengan teman-teman,” katanya.

Ia berharap dapat menjalani seluruh proses pendidikan dengan baik dan bersama-sama dengan rekan satu angkatan menyelesaikan pendidikan hingga menjadi dokter.

“Saya berharap bisa menjalani proses pendidikan ini dengan baik, tetap semangat, dan bisa membanggakan orang tua. Semoga saya dan teman-teman bisa sama-sama berjuang sampai lulus dan menjadi dokter yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga: Yusuf kembali ditetapkan sebagai Rektor UMPR periode 2027-2031

Baca juga: 41 Kader PWNA Kalteng hadiri Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta

Baca juga: UMPR perkuat jejaring global lewat kerja sama Universiti Utara Malaysia



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026