Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Bartim minta waspadai karhutla dan krisis air

Kamis, 13 Agustus 2026 16:26 WIB
Image Print
Bupati Barito Timur M Yamin. ANTARA/HO.

Tamiang Layang (ANTARA) - Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah, M Yamin mengingatkan sekaligus meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah setempat, agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, kekeringan, penyakit serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutia) yang dapat terjadi di kabupaten ini.

"Seluruh OPD harus mempersiapkan berbagai hal sesuai tugas dan fungsinya serta tidak menunggu sampai kondisi darurat terjadi," kata Yamin di Tamiang Layang, Selasa.

Misal, lanjut dia, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit daerah serta seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), harus mempersiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat akibat perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.

"Fasilitas pelayanan kesehatan diminta mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit seperti muntaber dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ucapnya.

Selain sektor kesehatan, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bartim itu juga menyoroti dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan air bersih. Untuk itu, OPO terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera mengambil langkah konkret dengan membangun koordinasi bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bartim.

Dia mengatakan, koordinasi dapat diarahkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) agar membantu penyediaan sumber air bagi masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sumur bor.

"Kita harus antisipasi akibat kemarau berkepanjangan. Jangan menunggu sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air," ujar Yamin.

Baca juga: Bupati Bartim: Utusan Pramuka ke Jamnas harus pulang bawa karakter dan pengalaman

Bupati Bartim itu juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Sebab, menurut dia, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas.

Terpenting lagi, menurut dia, masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk membakar sampah di sekitar pekarangan rumah.
"Jangan sembarangan membakar sampah di pekarangan. Kita harus bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran," demikian Yamin.

Baca juga: Bupati Bartim: Besaran APBD harus sejalan dengan manfaat diterima masyarakat

Baca juga: Pemkab targetkan transaksi Bartim Expo 2026 tembus Rp2 Miliar

Baca juga: Bupati Bartim: Kehadiran listrik harus meningkatkan produktivitas di Muara Awang



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026