
DLH Kotim perkenalkan inovasi SIGAP Mentaya pemantau kualitas air sungai berbasis geospasial

Sampit (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melaksanakan peluncuran dan sosialisasi pemantauan pencemaran dan kerusakan air sungai melalui Sistem Informasi Geospasial Air Permukaan Sungai Mentaya (SIGAP Mentaya).
"Sungai Mentaya merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peran penting bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dalam melakukan pemantauan, pengendalian pencemaran, dan perlindungan terhadap kualitas air sungai secara berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki di Sampit, Kamis.
Marjuki menyebut inovasi ini sangat bermanfaat dalam mendukung tugas dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup. Untuk itu dia mengapresiasi dan terus mendorong jajarannya untuk berinovasi.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) ini merupakan inovasi yang digagas oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dr. Titik Setiyowati, SE, M.Si, sebagai upaya memperkuat pengelolaan lingkungan hidup melalui pemanfaatan teknologi informasi berbasis geospasial.
Menurut Marjuki, pengelolaan kualitas air Sungai Mentaya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan data dan informasi yang akurat. Kehadiran SIGAP Mentaya menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mendukung tata kelola lingkungan yang lebih efektif.
“Melalui Sistem Informasi Geospasial Air Permukaan Sungai Mentaya ini, kita berharap informasi mengenai kondisi kualitas air dapat tersaji secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi, sehingga dapat menjadi dasar dalam mengambil kebijakan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Marjuki.
Baca juga: Korem 102/Pjg dan insan pers perkuat kolaborasi informasi publik
Sementara itu Titik Setiyowati menyampaikan pemaparan mengenai latar belakang, tujuan, manfaat, serta mekanisme implementasi SIGAP Mentaya. Dijelaskannya, inovasi ini dikembangkan sebagai sarana pendukung dalam pemantauan pencemaran dan kerusakan air Sungai Mentaya dengan memanfaatkan teknologi berbasis website dan informasi spasial.
“SIGAP Mentaya hadir sebagai upaya untuk menyediakan informasi kondisi air permukaan Sungai Mentaya yang lebih mudah diakses dan dapat mendukung proses pengambilan keputusan dalam pengendalian pencemaran serta kerusakan lingkungan hidup,” jelas Titik Setiyowati.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan aplikasi SIGAP Mentaya melalui website. Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur yang tersedia, termasuk penyajian informasi pemantauan kualitas air serta pemanfaatan sistem sebagai media pendukung dalam pengelolaan lingkungan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, serta jajaran pejabat dan staf internal Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur.
Melalui kegiatan launching dan sosialisasi ini, diharapkan SIGAP Mentaya dapat menjadi inovasi yang terus dikembangkan serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, khususnya keberlanjutan Sungai Mentaya sebagai salah satu sumber daya alam strategis Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dalam pemantauan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih transparan, efektif, dan berkelanjutan.
Baca juga: KSOP Sampit imbau tingkatkan kewaspadaan cegah kebakaran di atas kapal
Baca juga: Fraksi PKB Kotim dorong peningkatan sarpras pemadaman karhutla
Baca juga: Parade Harapan perkuat dorongan penerbitan perda disabilitas di Kotim
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
