Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD dorong Pemkot Palangka Raya anggarkan transportasi guru di wilayah pinggiran

Sabtu, 15 Agustus 2026 09:30 WIB
Image Print
Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Dapil III, Arif M. Norkim, pada saat melakukan reses ke SDN 1 Bereng Bengkel. ANTARA/Dokumentasi pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPRD Palangka Raya dari daerah pemilihan III, Kalimantan Tengah, Arif M. Norkim meminta pemerintah kota mengalokasikan bantuan transportasi bagi tenaga pendidik yang mengajar di wilayah pelosok atau pinggiran kota.

“Guru-guru yang mengajar di wilayah pelosok seperti Danau Tundai, Bukit Pinang, Bereng Bengkel dan daerah pinggiran lainnya perlu mendapat perhatian khususnya untuk biaya transportasi,” kata Arif, Sabtu.

Menurutnya, kebutuhan bantuan transportasi tersebut perlu dipertimbangkan karena sebagian besar guru yang bertugas di wilayah tersebut bukan merupakan warga setempat.

Ia menyebut sekitar 90 persen tenaga pendidik di wilayah pelosok berdomisili di pusat Kota Palangka Raya sehingga harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju sekolah.

“Selama ini mereka menggunakan uang pribadi untuk membeli BBM, sementara jarak tempuh menuju sekolah cukup jauh,” ucapnya.

Baca juga: FMIPA dan FKIP UPR Edukasi energi terbarukan di SMKN 1 Palangka Raya

Arif yang juga Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya itu mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan guru yang mengajar di wilayah perkotaan karena kebutuhan transportasi relatif tidak terlalu besar.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya menganggarkan bantuan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang dapat digunakan untuk mendukung biaya transportasi tenaga pendidik di wilayah pinggiran.

“Kalau hanya mengajar di dalam kota mungkin tidak terlalu menjadi masalah, tetapi kalau di daerah pelosok dan pinggiran tentu biaya transportasi lebih besar,” ujarnya.

Ia menilai dukungan tersebut penting agar guru tetap dapat menjalankan tugasnya secara optimal tanpa harus menanggung seluruh biaya perjalanan menggunakan penghasilan pribadi.

Arif berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dapat mempertimbangkan kebutuhan tersebut dalam penyusunan anggaran, khususnya untuk sekolah yang berada di wilayah dengan akses dan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Harapan kami ada Bosda yang dianggarkan khusus untuk membantu uang transport bagi tenaga pendidik yang bertugas di pelosok atau wilayah pinggiran kota,” jelas Arif.

Baca juga: Kanwil Kemenkum Kalteng ikuti Forum PASTI ADA SOLUSI perkuat pelayanan

Baca juga: DPRD Palangka Raya sebut warga Bereng Bengkel minta renovasi sekolah

Baca juga: Musim Kemarau, Polsek Pahandut minta warga laporkan aktivitas mencurigakan



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026