
Ordik Pascasarjana UPR tekankan profesionalisme dan cara berpikir kritis

Palangka Raya (ANTARA) - Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah menekankan pentingnya membangun karakter mahasiswa profesional, berintegritas dan visioner melalui Orientasi Akademik (Ordik) mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Pascasarjana UPR Petrus Poerwadi di Palangka Raya, Sabtu, mengatakan, Ordik menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Ordik bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian penting untuk membangun budaya akademik dan academic attitude mahasiswa,” katanya.
Menurut Petrus, studi lanjut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi proses pembentukan intelektual mahasiswa agar mampu berpikir kritis dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan.
Ia juga mendorong mahasiswa baru membangun hubungan yang baik dengan dosen dan sesama mahasiswa, karena jejaring tersebut penting untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus memperluas wawasan dan kolaborasi akademik.
"Selain itu, mahasiswa Pascasarjana UPR diarahkan memiliki kemampuan akademik yang diimbangi dengan budaya dan etika akademik, termasuk kemampuan membangun sikap profesional, berintegritas dan visioner," ucapnya.
Baca juga: FMIPA dan FKIP UPR Edukasi energi terbarukan di SMKN 1 Palangka Raya
Rektor UPR Salampak dalam arahannya menekankan pendidikan pascasarjana harus mampu mengubah pola pikir mahasiswa dalam melihat dan memahami berbagai persoalan.
“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan bernalar dan melihat persoalan secara kritis,” ujarnya.
Salampak juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kemampuan menghafal dalam memahami ilmu, tetapi menggunakan nalar serta menyadari bahwa setiap orang memiliki kecerdasan sesuai bidang keahliannya.
Sementara itu, Ordik Pascasarjana UPR juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Reza Prabowo yang memberikan materi mengenai pengembangan kecakapan akademis dan standar kerja keilmuan tingkat lanjut.
Materi tersebut mengangkat tema “Mengembangkan Kecakapan Akademis (Know-How) serta Standar Kerja Keilmuan Tingkat Lanjut” sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa baru Pascasarjana UPR.
Narasumber lainnya Merty Ilona memberikan materi mengenai penanaman nilai moral, etika keilmuan dan pertanggungjawaban publik atas karya ilmiah yang dihasilkan.
Kegiatan Ordik diikuti 84 mahasiswa baru yang terdiri atas 18 mahasiswa program doktor, 39 mahasiswa magister reguler dan 27 mahasiswa magister melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru Pascasarjana UPR diarahkan tidak hanya mencapai kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, beretika, bertanggung jawab, membangun jejaring dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Dekan FISIP UPR: Arah kebijakan Presiden strategis perkuat kemandirian pangan dan ekonomi rakyat
Baca juga: UPR perkuat SDM Polri lewat pusat studi kepolisian berbasis riset
Baca juga: Pemkab Kapuas fasilitasi UPR sosialisasikan penerimaan mahasiswa baru jalur RPL
Pewarta : Rajib Rizali
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
