
Semarak dan semangat Festival Olahraga Disabilitas Pulang Pisau 2026

Pulang Pisau (ANTARA) - Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Ahmad Rifa’i mendorong penyandang disabilitas mendapat kesempatan yang adil untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk olahraga.
“Penyandang disabilitas memiliki peluang yang sama untuk berprestasi dan berkontribusi. Karena itu, diperlukan kesempatan yang adil bagi mereka untuk mengembangkan potensi,” kata Ahmad Rifa’i di Pulang Pisau, Sabtu.
Hal tersebut dia sampaikan saat membuka Festival Olahraga Disabilitas Kabupaten Pulang Pisau 2026. Menurut dia, kegiatan tersebut diharap memperkuat peran penyandang disabilitas, tidak hanya di bidang olahraga tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya.
Ia mengatakan pengembangan potensi penyandang disabilitas tidak cukup hanya melalui kegiatan olahraga. Dukungan berupa kesempatan yang terbuka dan setara juga diperlukan, agar mereka dapat menunjukkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
“Para penyandang disabilitas harus dapat menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi serta mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Baca juga: Selama siaga darurat karhutla tercatat 380 kasus ISPA di Pulang Pisau
Ahmad Rifa’i mengatakan Festival Olahraga Disabilitas Kabupaten Pulang Pisau 2026 yang mengusung tema “Kekuatan dalam Keterbatasan, Bangkit dan Berjaya demi Pulang Pisau Jaya” menjadi salah satu upaya untuk memperkuat peran tersebut.
Tema itu, kata dia, menggambarkan semangat, yakni keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk bangkit dan meraih prestasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Pulang Pisau Andriani mengatakan festival tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri atas 25 peserta kategori umum dan 20 peserta kategori pelajar.
Berbagai cabang yang dipertandingkan meliputi boccia, bulu tangkis, sepak bola kelimaan (eksibisi), atletik, serta olahraga kreasi.
“Kegiatan ini diinisiasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Pulang Pisau bekerja sama dengan Sekolah Khusus (SKh) dan Disbudporapar setempat,” kata Andriani.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan potensi anak-anak penyandang disabilitas sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
Selain itu, festival diharapkan menjadi sarana untuk menjaring atlet-atlet potensial yang selanjutnya dapat dibina dan dipersiapkan mengikuti kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua NPCI Pulang Pisau Trisno mengatakan Festival Olahraga Disabilitas tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di daerah itu. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan.
“Selain untuk menjaring bibit atlet yang berpotensi, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Trisno menjelaskan peserta festival terbagi dalam kategori pelajar dan umum. Peserta kategori pelajar dijaring dari SKh Negeri 1 Pulang Pisau, sedangkan kategori umum terbuka bagi penyandang disabilitas dari seluruh wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
NPCI Kabupaten Pulang Pisau, lanjutnya, berkomitmen memberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada atlet-atlet yang memiliki potensi.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi para atlet sehingga mampu bersaing dan meraih prestasi lebih tinggi pada ajang olahraga disabilitas di tingkat daerah maupun nasional.
Baca juga: SDN Pulang Pisau 2 dan SMPN 2 Maliku juara cerdas cermat
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau prioritaskan normalisasi kanal tangani karhutla Tumbang Nusa
Baca juga: Dinkes Pulpis siagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap karhutla
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
