Logo Header Antaranews Kalteng

Sebanyak 464 WBP Lapas di Kobar terima remisi pada moment HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 18:19 WIB
Image Print
Bupati Kobar didampingi Kepala Lapas Kelas II B Pangkalan Bun saat menyerahkan secara simbolis remisi kepada WBP di Pangkalan Bun, Senin (17/8/2026) ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah terlibat langsung dalam menyerahkan secara simbolis remisi umum dan pengurangan masa pidana umum 464 bagi warga binaan Lapas Kelas II B Pangkalan Bun.

Narapidana dan warga binaan yang menerima remisi ini harapannya dapat menjadi kesempatan untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki diri, kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin.

"Jadilah pribadi yang lebih baik, serta kembalilah menjadi warganegara yang taat pada hukum dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat serta negara," ucapnya.

Penyerahan remisi tersebut diserahkan pada momen peringatan Hari Kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia tahun 2026, dengan menyongsong tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Menurut Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kobar itu, tema HUT RI tahun ini menjadi landasan dalam penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan yang menjunjung tinggi hukum, keadilan, dan kemanusiaan.

"Termasuk memberikan kesempatan kepada setiap wargabinaan untuk memperbaiki diri dan kembali ke tengah masyarakat," kata Nurhidayah.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Pangkalan Bun Dawa'i mengatakan, pemberian remisi kepada 464 WBP merupakan pemenuhan hak bagi warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Penyerahan remisi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan kita, untuk terus mempertahankan perilaku positif dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh," ucapnya.

Baca juga: 567 warga binaan Lapas Sampit dapat remisi HUT ke-81 RI

Dalam pembinaan tersebut, Lapas Kelas II B Pangkalan Bun hadirkan berbagai program pembinaan yang produktif. Berbagai program tersebut diantaranya pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan dan usaha produktif lainnya.

"Tentunya, hadirnya program-program ini saya harapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat nanti," demikian dawai.

Baca juga: Bupati Shalahuddin serahkan remisi, enam warga binaan Lapas Muara Teweh bebas

Baca juga: Warga Binaan Pemasyarakat di Kalteng tampilkan bakat seni di bandara

Baca juga: Ditjenpas Kalteng harap dukungan atasi over kapasitas dan penguatan pembinaan



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026