
Muhammadiyah: Pendidikan, integritas kunci hadapi tantangan zaman

Palangka Raya (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta penguatan akhlak dan integritas menjadi kunci bagi generasi bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.
"Memperingati kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Kemerdekaan adalah amanah untuk menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan, menghadirkan keadilan, dan memastikan bahwa kemajuan bangsa benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua PWM Kalteng Prof Ahmad Syar'i di Palangka Raya, Selasa.
Pernyataan itu diungkapkan dia terkait bagaimana peran Muhammadiyah di Kalimantan Tengah beserta organisasi otonom serta amal usahanya di momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ahmad Syar'i mengatakan semangat kemerdekaan sejalan dengan gerakan Muhammadiyah melalui konsep Islam Berkemajuan yang mendorong terciptanya kehidupan yang mencerahkan, mencerdaskan, memberdayakan, dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
Menurut dia, pendidikan harus menjadi jalan untuk mencerdaskan bangsa, sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan serta memperkuat kehidupan manusia.
"Generasi Indonesia tidak hanya dituntut cerdas dan mampu menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama serta kemauan untuk berkontribusi bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menekankan kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan akhlak dan integritas agar perkembangan zaman tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia yang unggul secara pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Syar'i juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, budaya, agama maupun pilihan politik, kata dia, tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun persaudaraan dan kehidupan berbangsa.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Muhammadiyah mengisi kemerdekaan melalui peran masing-masing. Guru diharapkan menjadi pendidik yang mencerdaskan dan menginspirasi, mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh, pemimpin menjalankan amanah, serta setiap warga menjadikan profesinya sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada bangsa.
"Jangan hanya bertanya apa yang sudah diberikan Indonesia kepada kita. Tetapi mari kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia?" katanya.
Ahmad Syar'i menegaskan keluarga besar Muhammadiyah di Kalteng harus terus mengisi kemerdekaan melalui karya nyata, membangun Indonesia dengan ilmu, menguatkannya dengan akhlak, menjaga persatuan, serta memajukan bangsa melalui semangat Islam Berkemajuan.
Sementara itu, pada Senin, PWM Kalteng melaksanakan upacara di halaman Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono Km 1,5, Kota Palangka Raya, itu diikuti jajaran pimpinan Muhammadiyah, organisasi otonom (ortom), pelajar, tenaga pendidik, serta keluarga besar Amal Usaha Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan dan bidang kesehatan.
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi momentum bagi Muhammadiyah Kalteng untuk meneguhkan komitmen kebangsaan sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat.
Baca juga: Rektor UMPR undang PWI Kalteng untuk silaturahmi dan jajaki kerja sama kelembagaan
Baca juga: Fakultas Teknik UMPR-DLH kolaborasi penguatan Tridharma bidang lingkungan hidup
Baca juga: UMPR buka Prodi Keperawatan Anestesiologi program sarjana terapan pertama di Kalteng
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
