Logo Header Antaranews Kalteng

Tanggap darurat karhutla di Kobar diperpanjang hingga 4 September 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 20:27 WIB
Image Print
Bupati Kobar Nurhidayah bersama Wakil Bupati Kobar saat monitoring ke Posko Induk Penanganan Karhutla di Kantor BPBD Kobar, Selasa (18/8/2026). ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperpanjang status Tanggap Darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari tanggal 21 Agustus hingga 4 September 2026.

Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Selasa, mengatakan perpanjangan status tersebut berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar pada tanggal 18 Agustus 2026, pukul 09.00 wib.

"Kejadian karhutla dan titik panas (hot spot) di daerah kita kembali meningkat. Saat ini luas lahan terbakar akibat Karhutla mencapai 859,490 hektar. Untuk kejadian sebanyak 189 dan titik panas 461," beber dia.

Adapun dari jumlah karhutla tersebut, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dan Kumai, tetap menjadi wilayah yang mendominasi terluas lahan yang terdampak. Di mana Kecamatan Kumai luas lahan terbakar 584,41 hektar, dengan 63 kejadian dan 124 titik panas, serta Kecamatan Arsel lahan seluas 180,475 hektar, dengan 98 kejadian dan 226 titik panas.

Kecamatan Kotawaringin Lama delapan kejadian, 34 titik panas, dan luas lahan terbakar 32,1 hektar, Pangkalan Banteng 10 kejadian, 12 titik panas dan lahan yang terbakar 24 hektar, Pangkalan Lada enam kejadian dengan luas lahan delapan hektar, serta Arut Utara empat kejadian, 65 titik panas luas lahan terbakar 30,5 hektar.

Kabupaten Kobar saat ini berada di posisi kedua di Kalimantan Tengah dari sisi luasan wilayah yang terbakar. Namun dari sisi penanganan, Kobar berada di urutan kesembilan dan masih dalam kondisi terkendali," ungkap Nurhidayah.

Baca juga: Kecamatan Arsel dan Kumai jadi fokus utama penanganan karhutla di Kobar

Hal tersebut disampaikan Nurhidayah usai dirinya melaksanakan monitoring ke Posko Induk penanganan karhutla di Kantor BPBD Kabupaten Kobar. Pada kegiatan monitoring tersebut, Bupati Kobar itu mengecek langsung kesiapan posko, sarana dan prasarana serta logistik untuk para petugas dalam kondisi siap.

"Bagaimanapun logistik ini sangat penting untuk tenaga petugas kita di lapangan, serta kesiapan sarpras menjadi salah satu hal penting dalam mendukung efektivitas penanganan karhutla berjalan lancar," demikian Nurhidayah.

Baca juga: Pemkab Kobar gelar shalat Istisqa meminta turun hujan atasi karhutla

Baca juga: Sebanyak 464 WBP Lapas di Kobar terima remisi pada moment HUT RI ke-81

Baca juga: Bupati Kotawaringin Barat: Jangan pernah melupakan sejarah



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026