
PT Sukajadi Sawit Mekar gencar bantu pencegahan dan penanganan stunting di Kotim

Sampit (ANTARA) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) terus gencar membantu pemerintah dalam mencegah dan menangani stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Masalah kesehatan masyarakat juga menjadi salah satu perhatian kami, khususnya stunting. Makanya kami turut gencar membantu karena ini menyangkut anak-anak generasi penerus kita," kata Senior Manager Humas PT Sukajadi Sawit Mekar, Susanto Fitriadi di Sampit, Jumat.
Susanto mengatakan, kegiatan dilaksanakan bertahap dengan langsung menyasar ke desa-desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari bantuan Program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan untuk bidang kesehatan, berupa program pencegahan dan penanganan stunting.
Kali ini kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Telawang bekerja sama dengan Puskesmas Sebabi. Sasarannya adalah tiga desa yaitu Desa Tanah Putih pada 23 Juni 2026, Kenyala pada 14 Juli 2026 dan Sebabi pada 20 Agustus 2026.

Dalam kegiatan ini masyarakat mendapatkan berbagai pelayanan kesehatan, mulai penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang bertujuan untuk memantau tumbuh kembang anak.
Dilakukan pula pemeriksaan hemoglobin, pemeriksaan mantoux, serta pemeriksaan kesehatan langsung oleh dokter. Kegiatan turut dihadiri perwakilan dari perusahaan PT Sukajadi Sawit Mekar yang bernaung di bawah bendera Musim Mas Group.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan, balita juga mendapatkan suplemen yang didanai oleh CSR PT Sukajadi Sawit Mekar. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencegahan dan penanganan stunting atau penyakit gagal tumbuh pada bayi tersebut.
PT Sukajadi Sawit Mekar juga memberikan bantuan untuk Pustu Sebabi, Tanah Putih dan Kenyala berupa Sterilisator alat medis dan bantuan sarana prasarana lainnya. Hal ini sebagai bentuk dukungan untuk menunjang pelayanan dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat.

"Kami berharap kegiatan dan bantuan yang kami berikan ini bisa turut membantu dalam upaya mencegah anak-anak kita dari stunting. Upaya ini akan kami laksanakan berkelanjutan," ujar Susanto.
Kegiatan ini disambut masyarakat di tiga desa tersebut. Para ibu sangat antusias membawa balita mereka untuk mengikuti pemeriksaan dan mendapatkan bantuan suplemen melalui kegiatan yang digagas dan didanai oleh PT Sukajadi Sawit Mekar ini.
Kepala Puskesmas Sebabi, dr Fantimatus Zahro menyambut positif kolaborasi ini. Dia mengapresiasi kepedulian PT Sukajadi Sawit Mekar dalam melaksanakan kegiatan ini karena dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mencegah dan menangani stunting.
"Dengan kepedulian, kolaborasi dan langkah nyata bersama, kita wujudkan anak-anak yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar perempuan akrab disapa dr Fanti.

Camat Telawang Deddy Jauhari menyampaikan apresiasi serupa atas kegiatan ini. Menurutnya, gagasan-gagasan yang dijalankan PT Sukajadi Sawit Mekar melalui CSR sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk kali ini terkait pencegahan dan penanganan stunting di daerah.
Menurutnya, stunting memang masih menjadi momok bagi bidang kesehatan masyarakat. Perlu penanganan serius agar stunting bisa terus ditekan, hingga tidak ditemukan lagi balita terkena penyakit gagal tumbuh tersebut.
"Kami berharap apa yang dilakukan PT Sukajadi Sawit Mekar ini bisa menjadi contoh perusahaan besar yang beroperasi di daerah ini dalam membantu pemerintah dan masyarakat. Semoga ini dilaksanakan berkelanjutan dari tahun tahun," demikian Deddy Jauhari.
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar bergerak cepat sosialisasikan pencegahan dan simulasi penanggulangan karhutla
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar tanam lima hektare jagung dukung ketahanan pangan
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar salurkan 10.000 liter Minyakita murah bantu masyarakat
Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar sumbang puluhan ribu bibit ikan melalui Program Comdev
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
