
Mahasiswa FISIP UPR bantu padamkan karhutla di Peat Techno Park

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Eksekutif Mahasiswa dan sejumlah organisasi mahasiswa FISIP Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah turun membantu penanganan kebakaran lahan gambut di kawasan Peat Techno Park, Jumat.
Dekan FISIP UPR, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D, mengapresiasi kepedulian dan inisiatif mahasiswa yang turut membantu petugas menangani kebakaran lahan di kawasan tersebut.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah menjaga ketenangan, keselamatan, dan semangat gotong royong,” katanya saat dikonfirmasi.
Para mahasiswa bersama tim pemadam gabungan melakukan pemadaman dan penglokalisasian titik api untuk mencegah kebakaran meluas ke area kampus maupun permukiman warga di sekitar lokasi.
Keterlibatan mahasiswa tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
“Setiap aksi di lapangan harus tetap mengutamakan keselamatan dan dilakukan secara terkoordinasi dengan tim yang memiliki kewenangan dan kompetensi dalam penanganan karhutla,” ucapnya.
Selain melakukan pemadaman, para relawan mahasiswa juga membantu proses pendinginan pada area yang telah ditangani untuk mencegah munculnya kembali bara api.
Dekan mengatakan mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kepedulian lingkungan dan menunjukkan kepekaan sosial ketika terjadi persoalan yang berdampak terhadap masyarakat.
“Mahasiswa adalah bagian penting dari masyarakat. Kehadiran mereka di tengah situasi sulit seperti ini hendaknya menjadi energi positif bagi semua pihak,” ujarnya.
Hingga Jumat petang, mahasiswa bersama petugas gabungan masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala akibat kondisi lahan dan hembusan angin.
Ia berharap keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam mencegah karhutla.
“Mari kita jaga semangat solidaritas, saling membantu, dan bersama-sama mencari solusi agar persoalan karhutla dapat ditangani dengan baik serta tidak terus berulang,” ungkap Bhayu.
Gubernur BEM FISIP UPR, Yosafat menyampaikan, sejak tiga hari terakhir pihaknya bersama relawan mahasiswa dari beberapa fakultas sudah bergerak dan siaga untuk melakukan pemadaman.
Namun mengingat karakter tanah gambut, perlu penanganan ekstra agar api dapat benar-benar padam.
“Melihat kondisi tersebut, kami dari BEM FISIP UPR bersama beberapa ormawa FISIP lainnya tergerak untuk ikut turun langsung membantu memadamkan api dengan daya dan upaya yang kami miliki. Apalagi saat ini api sudah mulai merembet ke kawasan lingkungan UPR,” tuturnya.
Dia berharap kebakaran ini dapat segera dikendalikan, mengingat UPR berada di kawasan dengan hamparan lahan gambut yang cukup luas, sehingga situasi seperti ini tentu membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius agar api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
"Hingga Jumat petang, para relawan mahasiswa bersama petugas gabungan masih terus melakukan pendinginan (mopping up) untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala akibat hembusan angin," ujar Yosafat.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
