Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Pulang Pisau aktifkan posko karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 07:17 WIB
Image Print
Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i. (ANTARA/Dita Marsena)

Pulang Pisau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dalam waktu dekat akan mengaktifkan posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di setiap kecamatan sebagai langkah pencegahan dan penanganan dini.

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i mengatakan pengaktifan posko dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi karhutla di wilayah masing-masing, di luar Posko Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.

“Saya mengkoordinasikan bagaimana pencegahan lebih awal, terutama diaktifkannya semua posko di tiap kecamatan,” kata Ahmad Rifa’i di Pulang Pisau, Senin.

Menurut dia, posko menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi seluruh unsur terkait sehingga setiap kejadian karhutla dapat segera ditangani sebelum api berkembang lebih luas.

“Posko ini untuk koordinasi semua pihak, baik desa, kecamatan, TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api (MPA), dan pihak perusahaan,” ujarnya.

Ahmad Rifa’i meminta seluruh pihak tidak menunggu hingga kebakaran membesar untuk mengambil langkah penanganan. Identifikasi dan investigasi terhadap setiap kejadian karhutla harus dilakukan secara cepat agar penanganan dapat segera dilakukan.

“Jangan sampai terjadi keterlanjuran api yang membesar, makanya identifikasi dan investigasi harus lebih cepat,” tegasnya.

Baca juga: Wabup Pulang Pisau minta Bank Mandiri berpartisipasi perkuat UMKM

Baca juga: Semarak dan semangat Festival Olahraga Disabilitas Pulang Pisau 2026

Ia mengatakan upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu dengan memperkuat pemantauan mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti bersama oleh petugas di lapangan.

Selain itu, bupati memerintahkan jajarannya melakukan identifikasi terhadap kejadian karhutla yang terjadi di Desa Tumbang Nusa. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan sesuai perkembangan situasi.

“Hasil identifikasi di Desa Tumbang Nusa menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pola penanganan berikutnya,” katanya.

Ia menjelaskan apabila kondisi di lapangan telah memenuhi kriteria untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, personel dan sumber daya dapat diarahkan melalui Pusat Komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau.

Langkah tersebut, kata dia, diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya pada wilayah yang memiliki kerawanan kebakaran.

Baca juga: Selama siaga darurat karhutla tercatat 380 kasus ISPA di Pulang Pisau

Baca juga: SDN Pulang Pisau 2 dan SMPN 2 Maliku juara cerdas cermat



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026