
DPRD Palangka Raya dorong sekolah diliburkan saat udara memburuk

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Syaufwan Hadi mendorong pemerintah mempertimbangkan meliburkan sekolah dan pembagian masker gratis, jika kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla.
“Kalau kondisi udara sudah tidak sehat, kita berharap sekolah bisa diliburkan untuk sementara. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan juga kami harapkan dapat membagikan masker gratis kepada masyarakat,” katanya, Rabu.
Dia mengungkapkan, usulan tersebut menyusul tingginya kejadian karhutla di Kota Palangka Raya yang hingga 21 Agustus 2026 tercatat mencapai 306 kejadian dengan luas lahan terbakar 264,79 hektare. Oleh karenanya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar.
“Dengan angka kejadian yang sudah mencapai ratusan, tentu ini menjadi perhatian kita bersama. Pencegahan harus lebih diutamakan, karena ketika kebakaran sudah terjadi dan meluas, penanganan akan jauh lebih sulit,” ucapnya.
Syaufwan mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, aparat, relawan dan masyarakat memperkuat pemantauan di wilayah rawan karhutla, terutama kawasan lahan gambut dan semak belukar.
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca yang relatif kering dapat membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai pembakaran kecil kemudian tidak terkendali dan akhirnya menjadi karhutla yang berdampak luas, termasuk terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Dinkes Palangka Raya siapkan 11 ruang oksigen cegah dampak kabut asap
Menurut Syaufwan, perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi perhatian ketika dampak karhutla mulai mempengaruhi kualitas udara, terutama bagi kelompok rentan dan anak-anak.
Selain langkah perlindungan kesehatan, ia meminta koordinasi antar pihak diperkuat agar informasi mengenai titik api dapat segera diterima dan ditindaklanjuti.
“Kita berharap penanganan di lapangan semakin cepat dan sinergi antar instansi terus diperkuat. Masyarakat juga jangan ragu melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau titik api,” pungkas Syaufwan.
Baca juga: BPBD catat 428,46 hektare lahan di Palangka Raya terbakar
Baca juga: Pemkot Palangka Raya perkuat penanganan karhutla
Baca juga: Pemkot Palangka Raya usulkan 30 unit mesin pemadam portabel ke pemerintah pusat
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
