
3.439 mahasiswa baru pilih kuliah di 41 Prodi UMPR

Palangka Raya (ANTARA) - Direktorat Administasi Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (DAKA UMPR) mencatat hingga pecan keempat Agustus 2026 terdapat 3.439 mahasiswa baru yang memilih berkuliah di 41 Program Studi (Prodi) dari jenjang Diploma Tiga, Strata Satu, Strata Dua, hingga Strata Tiga yaitu Program Doktor Pendidikan.
Direktur DAKA UMPR, Miftahurrizqi, M.Kom kepada ANTARA di Kampus-1 UMPR, Kamis, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting bagi UMPR di tengah dinamika penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia.
“Sejumlah PTS di berbagai daerah dilaporkan menghadapi penurunan jumlah mahasiswa baru, sementara persoalan sistem penerimaan mahasiswa baru juga menjadi perhatian dalam pembahasan di tingkat nasional,” ucap Direktur DAKA UMPR, Miftahurrizqi, M.Kom.
Berdasarkan data PMB UMPR, jumlah pendaftar tahun ini memang mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 3.700 pendaftar sehingga capaian tahun 2026 berada pada kisaran penyesuaian sekitar 7,05 persen. Dengan capaian 3.439 pendaftar pada 2026, UMPR tetap mencatat ribuan calon mahasiswa yang menunjukkan minat terhadap beragam pilihan pendidikan yang tersedia.
“Namun demikian, jumlah tersebut tetap menunjukkan UMPR memiliki daya tarik di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Terlebih, UMPR saat ini memiliki sekitar 41 program studi dengan pilihan bidang keilmuan yang semakin beragam,” jelas Rizqi.
Ia menerangkan bahwa pada Fakultas Bisnis dan Informatika (FBI), S1 Manajemen menjadi salah satu program studi dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 432 orang. S1 Ilmu Komputer mencatat 146 pendaftar, S1 Sistem Informasi 108 pendaftar dan S1 Bisnis Digital sebanyak 55 pendaftar.
Pada Fakultas Ilmu Politik, Ilmu Sosial, Administrasi, dan Komunikasi (FISIP-ADKOM), S1 Administrasi Publik mencatat 379 pendaftar dan S1 Ilmu Komunikasi sebanyak 143 pendaftar. Sementara pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mencatat 335 pendaftar, S1 Pendidikan Ekonomi 49 pendaftar dan S1 Bimbingan dan Konseling sebanyak 29 pendaftar.
Minat juga terlihat pada bidang kesehatan. Fakultas Kedokteran pada S1 Kedokteran mencatat 143 pendaftar, Fakultas Kedokteran Gigi tercatat di S1 Kedokteran Gigi 51 pendaftar, Fakultas Farmasi terdapat di D3 Farmasi 157 pendaftar, dan S1 Farmasi 44 pendaftar. Fakultas Gizi dan Manajemen Informasi Kesehatan (FGMIK), pada prodi S1 Gizi mencatat 69 pendaftar, dan D4 Manajemen Informasi Kesehatan 41 pendaftar. Kemudian pada Fakultas Teknologi Laboratorium Medik, tercatat di prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis 38 pendaftar, dan D4 Teknologi Laboratorium Medis 70 pendaftar. Sementara Fakultas Psikologi pada prodi S1 Psikologi tercatat 125 pendaftar.
Di Fakultas Hukum, S1 Hukum mencatat 159 pendaftar dan S1 Hukum Keluarga sebanyak 25 pendaftar. Sedangkan pada Fakultas Teknik, S1 Teknik Sipil tercatat 169 pendaftar, S1 Teknik Lingkungan 79 pendaftar, dan S1 Teknik Pertambangan 9 pendaftar.
Pada Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (FBIT), S1 Pendidikan Bahasa Inggris mencatat 31 pendaftar, S1 Pendidikan Biologi sembilan pendaftar, dan S1 Pendidikan Teknologi Informasi sebanyak 36 pendaftar.
Sementara pada Fakultas Pertanian dan Kehutanan (FAPERTAHUT), S1 Agroteknologi mencatat 108 pendaftar dan S1 Kehutanan sebanyak 91 pendaftar. Pada Fakultas Agama Islam (FAI), S1 Pendidikan Agama Islam mencatat 30 pendaftar dan S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak tujuh pendaftar.
Jenjang Pascasarjana juga mencatat pendaftar, di antaranya S2 Administrasi Publik sebanyak 148 pendaftar, S2 Pendidikan Dasar 65 pendaftar, S2 Pedagogi 19 pendaftar, S2 Ilmu Pertanian 10 pendaftar, S2 Pendidikan Agama Islam 10 pendaftar serta S3 Pendidikan sebanyak 13 pendaftar.
Direktur DAKA UMPR mengatakan keberagaman pilihan program studi menjadi salah satu kekuatan UMPR dalam menjangkau kebutuhan masyarakat.
“Pendaftar yang masuk ke UMPR datang dengan kebutuhan dan pilihan bidang keilmuan yang beragam. Karena itu, kami terus berupaya memastikan proses penerimaan dan layanan kemahasiswaan berjalan secara informatif, mudah dan memberikan pengalaman yang baik sejak calon mahasiswa mendaftar hingga nantinya menjadi bagian dari keluarga besar UMPR,” katanya.
Rizqi juga menambahkan bahwa pengembangan kelembagaan dan program pendidikan juga terus dilakukan untuk memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Akademi Komunitas pada jenjang Diploma Satu (D1).
“UMPR terus berkembang. Saat ini kami memiliki sekitar 41 program studi dan masih melakukan pengembangan kelembagaan, termasuk Akademi Komunitas jenjang D1. Artinya, pilihan pendidikan yang dapat diakses masyarakat melalui UMPR akan semakin beragam,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor III UMPR Bidang Kemahasiswaan, Dr. (cand.) Guntur Satrio Pratomo, M.Si. Menurutnya, capaian 3.439 pendaftar perlu dilihat sebagai bagian dari perjalanan UMPR dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi.
“Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin dinamis, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Kami mengapresiasi para calon mahasiswa yang menjadikan UMPR sebagai pilihan pendidikan mereka. Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan pengalaman pendidikan yang baik,” ujar Guntur.
Ia menegaskan bahwa UMPR tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga pada kualitas pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Yang kami bangun bukan sekadar bagaimana mahasiswa masuk ke UMPR, tetapi bagaimana mereka berkembang selama menjadi mahasiswa. Layanan kemahasiswaan, pengembangan minat dan bakat, organisasi mahasiswa, prestasi hingga kesiapan menghadapi dunia kerja menjadi bagian yang terus kami perkuat,” lanjutnya.
Capaian 3.439 pendaftar tersebut juga menjadi bagian dari dinamika penerimaan mahasiswa baru PTS secara nasional. Sejumlah PTS di berbagai daerah menghadapi tantangan dalam memperoleh mahasiswa baru. Dalam konteks tersebut, UMPR memandang capaian pendaftar tahun ini sebagai dorongan untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan institusi.
UMPR berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat layanan mahasiswa, mengembangkan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung mahasiswa untuk tumbuh dan berprestasi.
Dengan sekitar 41 program studi, pilihan jenjang pendidikan yang beragam, serta pengembangan kelembagaan yang terus dilakukan, UMPR terus memperkuat perannya sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Kalimantan Tengah dan Indonesia.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
