
Forkopimda Gumas perkuat koordinasi dan patroli cegah karhutla

Kuala KurunĀ (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, bersama Polres, Kodim 1018/Gunung Mas, dan para pemangku kepentingan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi dan patroli.
Bupati Gumas Jaya S Monong saat melakukan patroli di Jalan Lintas Kecamatan Kurun-Kecamatan Tewah, Kamis, menyampaikan penanganan karhutla di wilayah setempat saat ini berada pada status Siaga 2.
"Seluruh jajaran saya minta agar tetap siaga," sambung orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau itu.
Ia mengingatkan kepada seluruh jajaran agar memperhatikan kondisi cuaca serta potensi munculnya titik api, sekaligus meningkatkan pencegahan dan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan karhutla.
Patroli karhutla akan diintensifkan pada jam-jam rawan, baik saat suhu meningkat dan kelembapan udara rendah, maupun pada malam hingga dini hari di titik-titik yang dinilai berisiko tinggi.
Pelaksanaan patroli tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan relawan desa, melalui pengawasan langsung di lapangan guna mendeteksi titik api sedini mungkin.
Baca juga: 24 sekolah di Gunung Mas terima dana BOS Kinerja 2026
Sementara itu, Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi menekankan pentingnya verifikasi setiap titik hotspot yang terpantau di lapangan, guna memastikan kondisi sebenarnya dan memperbarui data secara berkala.
Selain itu, ia juga meminta jajaran mengompilasi data mengenai 15 lokasi bantuan sumur bor dari Presiden yang telah maupun akan dibangun di seluruh wilayah Gumas guna mendukung penanganan karhutla.
Di sisi lain, dalam penanganan perkara karhutla, ia meminta agar data laporan dugaan pelaku terus dikumpulkan dan diperbarui, mencakup lokasi kejadian dan barang bukti yang ditemukan.
Selain aspek teknis dan penegakan hukum, menurutnya penting pula membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda agar turut mengajak warga mencegah karhutla.
Ia menambahkan, upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat, bukan hanya mengandalkan peran aparat gabungan yang bertugas setiap hari di lapangan.
"Upaya pencegahan akan lebih kuat ketika masyarakat, tokoh lokal, pemerintah dan aparat saling berkoordinasi. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun dan informasi mengenai titik api harus segera disampaikan," demikian Arum.
Baca juga: Gerakan Langit Biru Indonesia Asri jangkau Kabupaten Gunung Mas
Baca juga: Pemkab Gumas kurangi jam belajar sekolah akibat kabut asap
Baca juga: Pemkab Gumas targetkan SPM kesehatan capai 100 persen
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
