Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kapuas hadirkan portal informasi ISPA dan kualitas udara akibat karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 13:29 WIB
Image Print
Tampilan portal pemantauan dampak arhutla terhadap kesehatan yang dihadirkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. ANTARA/HO-Dinkes Kapuas.

Kuala Kapuas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Kesehatan meluncurkan portal pemantauan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan di daerah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr Agus Waluyo, di Kuala Kapuas, Senin, mengatakan laman dinkes.kapuaskab.go.id/web/pemantauan-ispa-karhutla/ itu, dirancang sebagai pusat informasi yang menyajikan data terkini kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

"Portal ini sangat krusial bagi masyarakat di tengah darurat kabut asap yang melanda wilayah tersebut," ucapnya.

Dia mengaku pihaknya memberikan perhatian serius terhadap onjakan kasus ISPA. Sebab, dalam dua pekan terakhir, tercatat 2.638 kasus ISPA ditangani dan menjadikan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi.

"Portal ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan mendorong peningkatan upaya pencegahan serta pelayanan kesehatan di daerah," kata Agus.

Selain data ISPA, pemahaman tentang ISPU sangat penting bagi masyarakat. ISPU adalah ukuran untuk menilai kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan. Kategori ISPU dibagi menjadi lima tingkatan, yakni pertama Baik (0-50) yang berarti tidak ada dampak kesehatan, Sedang (51-100) yang mulai berdampak pada kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia.

Kemudian, Tidak Sehat (101-200) yang dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, Sangat Tidak Sehat (201-300) yang dapat memperparah gejala pada penderita ISPA, pneumonia, dan penyakit jantung, dan terakhir Berbahaya (301-400) di mana gejala penyakit semakin serius dan orang sehat pun mudah merasa lelah.

Baca juga: Pemkab Kapuas dukung penuh pelestarian olahraga tradisional Manyipet

Saat ini, sejumlah wilayah di Kalimantan masuk dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya. Bahkan, beberapa daerah mencatatkan nilai ISPU di atas 300 yang mengancam kesehatan.

Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi kegiatan di luar rumah terutama bagi kelompok rentan, serta menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan istirahat cukup. Selain itu, masyarakat juga wajib memantau informasi ISPU terbaru sebelum beraktivitas.

"Jika mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segera memeriksa diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemkab Kapuas juga telah menyediakan rumah oksigen di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, sebagai upaya pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas akibat terpapar asap," demikian Agus.

Baca juga: Bupati Wiyatno pantau pembangunan jalan di Kapuas Barat pastikan berkualitas

Baca juga: Pemkab Kapuas berikhtiar memohon diturunkan hujan atasi karhutla

Baca juga: Festival Besei Kambe Anjir Lake Vol 1 berlangsung semarak



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026