
Dispora Kotim fasilitasi peningkatan kompetensi guru PJOK dan pelaku olahraga

Sampit (ANTARA) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menggelar pelatihan untuk membantu meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) serta pelaku olahraga setempat.
"Kita harus terus memperbarui dan meningkatkan kompetensi seiring dengan kemajuan zaman. Tidak terkecuali pengetahuan masalah AI atau kecerdasan buatan karena sekarang sudah banyak dipakai dalam dunia olahraga," kata Kepala Dispora Kotawaringin Timur, Muhammad Irfansyah di Sampit, Senin.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki arti penting dalam upaya membangun olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur. Olahraga tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan untuk mengejar prestasi, tetapi juga harus menjadi budaya dan bagian dari kehidupan masyarakat.
Pemerintah daerah ingin masyarakat Kotawaringin Timur semakin aktif bergerak, berolahraga dan menjaga kebugaran karena masyarakat yang bugar adalah modal utama untuk membangun daerah yang sehat produktif dan berkualitas. Dari masyarakat yang aktif berolahraga inilah secara bertahap akan lahir bibit-bibit olahraga yang berpotensi menjadi atlet berprestasi.
Peran guru PJOK dan pelaku olahraga menjadi sangat strategis. Guru PJOK bukan hanya mengajarkan teori dan praktik olahraga di sekolah, tetapi juga menjadi penggerak budaya hidup aktif sejak usia dini. Sementara para pelaku olahraga harus mampu menjadi contoh mengajak dan mensosialisasikan pentingnya olahraga kepada masyarakat secara lebih luas.
Irfansyah berharap melalui pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membangun komitmen bersama untuk menggerakkan masyarakat Kotawaringin Timur agar menjadikan olahraga sebagai kebutuhan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
"Mari kita bangun olahraga dari bawah sehingga masyarakatnya bugar, pembinaannya kuat, bibitnya tumbuh dan prestasinya meningkat," demikian Irfansyah.
Baca juga: Pemkab Kotim berupaya maksimal tangani karhutla hingga ke desa
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kotawaringin Timur, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Arga Asmaradhana mengatakan kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya guru PJOK dan pelaku olahraga.
"Harapannya agar mampu bekerja secara profesional, ilmiah, terukur, adaptif terhadap teknologi serta berorientasi pada peningkatan kualitas olahraga daerah," katanya.
Kegiatan ini diikuti 120 peserta yang terdiri dari guru PJOK dan pelaku olahraga di Kotawaringin Timur. Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Pemateri membawakan topik tentang High Quality CPR oleh tenaga ahli RSUD dr Murjani Sampit, dasar-dasar pembuatan jurnal olahraga dengan pemanfaatan AI oleh jurnalis senior di Sampit, asesmen kebugaran jasmani oleh akademisi PJKR Universitas Palangka Raya, serta sport science sebagai strategi pembinaan olahraga oleh akademisi PJKR universitas Palangka Raya.
"Melalui kegiatan ini peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran pembinaan kebugaran, keselamatan olahraga serta penyusunan program latihan yang berbasis data dan pengukuran," demikian Arga Asmaradhana.
Baca juga: Bukan dipicu karhutla, pegawai Pulau Hanaut wafat karena serangan jantung
Baca juga: Kapolda Kalteng minta permukiman siapkan langkah cepat hadapi karhutla
Baca juga: Gubernur siapkan hadiah Rp5 juta untuk pelapor pembakar lahan di Kotim
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
