
Legislator Murung Raya minta Dinkes siapkan ruangan khusus dan rumah oksigen

Puruk Cahu (ANTARA) - Legislator Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rejikinoor mengingatkan sekaligus meminta kepada pemerintah setempat, agar tidak lagi bersikap reaktif dalam menghadapi bencana tahunan dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini.
"Saya menilai pola penanganan bencana kabut asap selama ini terlambat atau baru bergerak setelah bencana benar-benar terjadi di tengah masyarakat," kata Rejikinoor saat ditemui di kantor DPRD di Puruk Cahu, Senin.
Anggota DPRD Murung Raya itu pun menekankan pentingnya langkah antisipasi yang terstruktur dan terencana matang jauh-jauh hari, sebelum kualitas udara memburuk secara signifikan seperti saat ini terjadi.
Sebagai langkah konkret pencegahan ke depan, Rejikinoor meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Murung Raya, agar segera menyiapkan ruangan khusus penanganan dampak kabut asap di semua fasilitas kesehatan, terutama di RSUD Puruk Cahu.
"Ruangan khusus itu harus dirancang secara representatif yang tentunya dilengkapi dengan sarana penunjang medis yang memadai," kata Rejikinoor.
Selain fasilitas ruangan, dia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel medis yang selalu siaga di pos-pos pelayanan tersebut. Sebab, keberadaan petugas kesehatan yang siaga 24 jam, mampu memberikan respon cepat bagi warga yang mulai merasakan keluhan kesehatan akibat udara yang tercemar.
Tidak hanya berhenti pada penyediaan ruang medis biasa, Politisi dari PPP itu turut mengusulkan perlunya aksi nyata lain berupa penyediaan rumah oksigen bagi warga terdampak.
"Rumah oksigen ini dinilai sangat mendesak untuk dihadirkan guna membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan udara bersih di tengah pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kalteng secara umum dan Murung Raya khususnya," kata dia.
Kehadiran infrastruktur pendukung seperti ruang khusus dan rumah oksigen diyakini Rejikinoor sangat penting, agar pemerintah daerah memiliki kesiapan penuh dalam melakukan penanganan cepat bila terjadi situasi serupa di kemudian hari.
Baca juga: Pemkab Murung Raya dirikan dua posko air bersih bagi warga terdampak kekeringan
Langkah preventif itu cukup efektif dalam menekan serta mencegah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan masyarakat luas.
"Kemudian, biarpun kabut asap nanti mereda peralatan tersebut bisa dikembalikan ke dinas dan dapat digunakan lagi bila diperlukan," jelasnya.
Di samping masalah kesiapan fasilitas kesehatan, Rejikinoor juga tidak lupa menyampaikan himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, yang dapat memperparah kondisi kabut asap di tengah musim kemarau saat ini.
Baca juga: Wabup Murung Raya harapkan mini turnamen domino Orado pererat kebersamaan
Baca juga: Forum Puspa Mura sosialisasi bahaya pernikahan dini di SMPN 5 Puruk Cahu
Baca juga: Hadiri mini turnamen domino Orado, Legislator Mura tekankan semangat sportivitas
Pewarta : Supriadi
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
