Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Murung Raya sediakan layanan gratis 19 rumah oksigen antisipasi kabut asap

Selasa, 1 September 2026 15:34 WIB
Image Print
Ruang oksigen yang berada di Kantor PMI Murung Raya, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Dinkes Murung Raya.

Puruk Cahu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dengan menyediakan fasilitas rumah atau ruang oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung di Puruk Cahu, Selasa, mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan warga, khususnya bagi mereka yang mengalami sesak napas akibat polusi udara.

"Saat ini total terdapat 19 titik rumah atau ruang oksigen yang disiagakan di berbagai fasilitas kesehatan," ucapnya.

Adapun fasilitas yang disediakan itu sebanyak 17 ruang oksigen disiapkan di puskesmas-puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Murung Raya.

"Layanan tambahan juga dibuka di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) depan RSUD Puruk Cahu serta di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu," beber Suwirman.

Sementara untuk fasilitas rumah oksigen itu dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat, atau menyesuaikan dengan jam kerja pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.

Baca juga: Ketua DPRD Murung Raya sebut bencana kabut asap jadi 'PR' besar pemerintah

"Masyarakat yang merasakan keluhan sesak napas diimbau untuk segera mendatangi posko atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan terapi oksigen secara cepat serta juga tidak dipungut biaya atau gratis," ujar Suwirman.

Pada kesempatan itu pula, Kepala Dinkes Murung Raya ini berharap upaya yang dilakukan itu akan mampu menekan potensi kasus darurat kesehatan, yang lebih buruk selama periode kabut asap berlangsung.

"Datang saja ke rumah oksigen yang disediakan apabila warga merasakan dampak kabut asap ini, misalnya seperti sesak nafas, batuk terus menerus, iritasi mata serta tenggorokan atau pusing serta badan terasa lemas," demikian Suwirman.

Baca juga: Pemkab Mura ajukan Raperda pencabutan Perda tentang pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil

Baca juga: Dinkes sebut meninggalnya seorang anak di Murung Raya tak sepenuhnya akibat ISPA

Baca juga: Korfball Murung Raya incar medali emas Porprov Kalteng di Pangkalan Bun



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026