
Bupati Kotim kerahkan dua ekskavator amankan KKOP Bandara Sampit

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor menginstruksikan dan memantau langsung pengoperasian dua ekskavator membuat kanal dan sekat bakar untuk mengamankan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Haji Asan Sampit dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Dua ekskavator digunakan untuk membuat kanal sekat bakar dan jalan bagi petugas kita untuk memudahkan pemadaman kebakaran lahan di daerah yang agak ke dalam," kata Halikinnor di Sampit, Selasa.
Halikinnor turun langsung ke lokasi untuk memastikan dua alat berat itu dioptimalkan untuk membuat kanal dan sekat bakar. Dia didampingi Kapolres AKBP Resky Maulana Zulkarnain dan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, KKOP adalah wilayah daratan, perairan, dan/atau ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan demi menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.
Maraknya karhutla beberapa waktu terakhir ini diakui telah berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Pekatnya kabut asap sempat membuat pesawat membatalkan pendaratan dan penerbangan berikutnya pun dibatalkan.
Menyikapi situasi ini, Halikinnor memerintahkan penanganan karhutla di sekitar bandara ditingkatkan, terlebih di area KKOP. Tentunya, penanganan karhutla di lokasi-lokasi lainnya juga terus dimaksimalkan.
Untuk itulah, dua ekskavator dikerahkan sebagai upaya peningkatan pengamanan KKOP dari karhutla. Harapannya, kawasan tersebut menjadi terbebas dari karhutla dan kabut asap sehingga aktivitas penebangan tidak terganggu.
Menurut Halikinnor, ekskavator tersebut membuat kanal yang berupa jalan sebagai sekat bakar agar api tidak meluas jika terjadi kebakaran lahan. Sekat akan dibuat di sekeliling lokasi yang dianggap kritis dan harus diamankan untuk keselamatan penerbangan.

Selain membuat sekat bakar, dua ekskavator tersebut juga mencari lokasi yang berpotensi untuk dibuat embung. Jika ditemukan lokasi cukup rendah, maka akan digali untuk dijadikan embung sebagai sumber air untuk memudahkan pemadaman kebakaran lahan.
"Ini juga sesuai dengan arahan Forkopimda provinsi yaitu Pak Gubernur, Pak Pangdam dan Pak Kapolda yang kemarin memberi petunjuk dan arahan kepada kita supaya kawasan KKOP ini betul-betul bisa kita amankan sehingga kita buat sekat ini, selain pemadaman yang terus masif kita laksanakan di lokasi lainnya hingga ini," tegasnya.
Halikinnor menambahkan, hingga saat ini penanganan karhutla terus dimaksimalkan. Selain memperpanjang masa tanggap darurat karhutla dan kekeringan, sedikitnya ada tambahan 38 buah kendaraan dengan tandon air dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah dikerahkan untuk membantu memasok air bagi petugas pemadam di lokasi kebakaran sehingga pemadaman diharapkan bisa lebih cepat dan efektif.
Kabar terbaru, kata Halikinnor, Kotawaringin Timur mendapat bantuan kekuatan 10 mobil pemadam kebakaran dari Satgas Penanganan Karhutla Kalteng. Rencananya 7 mobil memperkuat armada di Posko Penanganan Karhutla, sedangkan 2 unit lainnya diperbantukan di wilayah selatan dan 1 unit di Kecamatan Kota Besi.
"Ini diprioritaskan memadamkan kebakaran lahan yang terjadi dekat permukiman dan jalan-jalan. Mudah-mudahan semua bisa segera kita atasi," demikian Halikinnor.
Sementara itu, Kepala SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama mengatakan, dua ekskavator akan dimaksimalkan dalam menangani karhutla, khususnya di area KKOP bandara. Dia optimistis langkah ini efektif untuk mengamankan kawasan tersebut dari karhutla sehingga aktivitas penebangan tidak terganggu lagi.
Upaya ini harus dilakukan lebih intensif karena lahan di kawasan KKOP merupakan tanah gambut. Jika terbakar, maka pemadamannya memerlukan upaya ekstra agar api yang membakar hingga ke dalam tanah, benar-benar padam.
"Estimasi awal kurang lebih 1 kilometer (panjang kanal sekat bakar) dari Jalan Tjilik Riwut melingkar ke Jalan Jaksa. Saat ini kami masih fokus memadamkan bara dengan mengambil lumpur basah di lokasi," demikian Mentana.
Baca juga: Penanganan karhutla prioritas, PT MAS tingkatkan dukungan melalui sinergi dengan pemerintah dan masyarakat
Baca juga: DPRD Kotim soroti ancaman kerugian petani hortikultura akibat karhutla
Baca juga: Ekskavator dikerahkan gali embung untuk penanganan karhutla di Kotim
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
