
Asap tebal mulai selimuti Pangkalan Bun

Pangkalan Bun (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mulai menimbulkan dampak kabut asap, seperti di Kota Pangkalan Bun pada Rabu pagi mulai diselimuti asap tebal sehingga mengganggu jarak pandang pengendara serta kualitas udara menurun.
Kondisi ini menyebabkan sejumlah masyarakat mulai mengeluh karena bukan hanya di luar, bahkan kabut asap tersebut mulai masuk hingga ke dalam rumah.
"Saya merasa tidak nyaman saat menghirup udara di pagi hari ini, karena kabut asap yang cukup tebal. Cukup kaget dengan kabut asap yang cukup tebal pagi ini, jadi menghirup udara terasa sesak dan batuk, pakai masker pun masih tetap tercium bau asap, mata juga perih," kata seorang warga Pangkalan Bun, Rusmiati.
Dia berharap karhutla di Kabupaten Kobar ini segera berakhir, sehingga dirinya dan masyarakat lainnya dapat kembali menghirup udara segar.
"Semoga hujan segera turun, agar karhutla segera berakhir dan kami bisa merasakan kembali menghirup udara segar," demikian Rusmiati.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat, Andhan Santana mengatakan, karhutla masih terus terja
"Sebanyak 1.717,458 hektare lahan terbakar, sementara 1.160 titik panas (hotspot) terdeteksi sepanjang tahun ini," kata di Pangkalan Bun, Rabu.
Dia mengatakan, dari jumlah tersebut, Agustus menjadi bulan dengan data terbanyak kejadian, titik hotspot dan luasan lahan yang terbakar akibat Karhutla.
"Sepanjang bulan Agustus luas lahan yang terbakar kurang lebih 1.508,91 hektare dengan 1.033 titik hotspot terdeteksi," ucapnya.
Menurutnya, lonjakan itu membuat Agustus menjadi periode dengan aktivitas hotspot tertinggi sepanjang 2026.
Sementara itu, pada 1 September 2026, Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Kobar masih terus berjibaku dengan api pada enam lokasi kejadian hingga malam hari. Kejadian kebakaran lahan inilah yang memicu kabut asap.
Enam lokasi tersebut yaitu Km 13-16 lintas jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama dengan luasan kurang lebih 4 hektare lahan terbakar, Desa Tanjung Putri kurang lebih 5 hektare.
Sementara itu, Desa Tanjung Terantang luas lahan yang terbakar kurang lebih 9 hektare, perbatasan Desa Pasir Panjang dan Desa Kumpai Batu Atas kurang lebih 2 hektare yang terbakar.
Serta Desa Sungai Kapitan Kecamatan Kumai kurang lebih 5 hektare terbakar, serta di belakang perumahan di wilayah Desa Pasir Panjang kurang lebih 2 hektare lahan terbakar.
Akibat kejadian tersebut menyebabkan kualitas udara di Kabupaten Kobar memburuk pada 2 September di pagi hari. Kabut asap yang cukup tebal menyelimuti di daerah tersebut.
Baca juga: Sebanyak 227 perkara di tangani Kejari Kobar sepanjang Januari hingga Agustus 2026
Baca juga: Gubernur Kalteng bersama masyarakat Kobar shalat Istisqa memohon turun hujan
Baca juga: Gubernur Kalteng tinjau penanganan karhutla di Kobar
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
