
Bupati Bartim minta kecamatan dan desa aktif pantau area rawan terbakar

Tamiang Layang (ANTARA) - Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah, M Yamin mengingatkan sekaligus meminta kepada aparatur kecamatan dan desa, agar lebih memantau kondisi wilayah masing-masing, serta segera menyampaikan informasi apabila ditemukan adanya kebakaran.
"Jangan sampai menunggu api sudah besar, baru kita bergerak. Deteksi dini dan laporan cepat sangat penting, supaya kebakaran bisa segera ditangani," kata Yamin di Tamiang Layang, kemarin.
Menurut orang nomor satu di lingkup Pemkab Bartim, jauh lebih penting memperkuat pencegahan sejak dini, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran. Untuk itulah, pemantauan kondisi lapangan, kesiapan personel, peralatan pemadam serta ketersediaan sumber air harus dipastikan, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika muncul titik api.
Dia mengatakan, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan di lapangan. Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan serta para relawan, juga dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur harus bergerak bersama, karena karhutla ini dampaknya bukan hanya kepada pemerintah, tetapi kepada seluruh masyarakat," ujar Yamin.
Selain pemerintah dan aparat, Yamin juga mengingatkan perusahaan yang beroperasi di Barito Timur, agar ikut berperan dalam penanggulangan karhutla sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya, termasuk memastikan kesiapan sarana, prasarana dan personel pemadam.
"Kondisi karhutla perlu mendapat perhatian serius karena kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang luas, mulai dari munculnya asap, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan," kata Yamin.
Baca juga: Bupati Bartim: Keberhasilan BUMDes Unru Nyingkai patut dicontoh desa lain
Dalam rakor penanganan karhutla di wilayah setempat yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 2 September 2026, Bupati Bartim ini juga menegaskan bahwa karhutla harus dipandang sebagai persoalan bersama yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, keselamatan, perekonomian dan keamanan masyarakat.
Untuk itu, hasil koordinasi diharapkan tidak berhenti pada rapat, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan. Penguatan pemetaan wilayah rawan, pendataan personel dan peralatan, pemetaan sumber air, patroli terpadu serta sistem pelaporan cepat menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
"Terpenting itu bagaimana masyarakat kita terlindungi dan dampak karhutla bisa diminimalisir," demikian Yamin.
Baca juga: Sumur mengering, Pemkab Bartim salurkan air bersih ke warga Desa Saing
Baca juga: Bupati Bartim tempatkan APBD-P 2026 jadi penguat kemandirian fiskal
Baca juga: Bupati Bartim segera isi posisi sejumlah Plt OPD
Pewarta : Cakre (*
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
