
Bupati bersama Kapolres dan Dandim Gumas tinjau langsung lokasi karhutla

Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jaya S Monong bersama Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi dan Dandim 1018/Gumas Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, turun langsung meninjau kondisi di sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.
Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi di Kuala Kurun, Kamis, mengatakan dengan melihat langsung kondisi di lapangan mereka dapat berkoordinasi dengan lebih baik mengenai langkah yang perlu dilakukan.
"Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, mulai pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga seluruh unsur terkait," sambungnya.
Adapun tiga lokasi yang menjadi sasaran peninjauan di Kecamatan Kurun, yakni Jalan Lintas Kuala Kurun–Tewah Kilometer 8, Jalan DI Panjaitan dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, serta wilayah Desa Teluk Nyatu.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan perlu terus dijaga karena penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan agar titik api tidak berkembang dan menimbulkan dampak lebih luas.
Wanita pertama yang menjadi Kapolres Gumas itu juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan serta segera melapor apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.
"Partisipasi masyarakat sangat membantu. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin dan jangan melakukan pembakaran lahan," katanya.
Sebelumnya, status karhutla di Gumas meningkat dari Siaga 2 menjadi Tanggap Darurat, terhitung mulai 1 hingga 30 September 2026.
Bupati Gumas Jaya S Monong mengatakan, kenaikan status tersebut merupakan kesimpulan rapat setelah mempertimbangkan sejumlah indikator, mulai dari kondisi karhutla, kualitas udara, jumlah titik panas, hingga jarak pandang.
Baca juga: Status karhutla di Gunung Mas dinaikkan jadi Tanggap Darurat
Selama masa Tanggap Darurat, pemerintah daerah terus mencari solusi mencegah dan menangani karhutla agar tidak semakin meluas, termasuk menyiapkan alat berat untuk lokasi titik panas yang minim sumber air.
Ia meminta kendaraan double cabin milik pemerintah daerah, untuk sementara dialihkan guna mendukung penanganan karhutla selama satu bulan ke depan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya gotong royong seluruh unsur, karena penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan BPBD yang personelnya sudah bekerja keras dan menghadapi beban berat di lapangan.
"Kita harus bergotong-royong menghadapi karhutla ini. Kalau hanya mengandalkan BPBD, mereka sudah sangat kewalahan," demikian Jaya.
Baca juga: Gumas siapkan rumah oksigen bantu masyarakat antisipasi dampak asap karhutla
Baca juga: Pembangunan cathlab dan CT Scan perkuat pelayanan kesehatan RSUD Kuala Kurun
Baca juga: Disdikpora Gunung Mas terapkan PJJ akibat kualitas udara memburuk
Baca juga: Forkopimda Gunung Mas dan PBS perkuat sinergi cegah karhutla meluas
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
