
Gubernur Kalteng bantu langsung penanganan karhutla

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran seringkali turun langsung ke lapangan membersamai tim gabungan maupun relawan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah satunya saat melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di sekitar kawasan Bandar Udara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Kamis (3/9).
“Karhutla tidak cukup hanya dilawan dengan kata-kata. Kita harus turun langsung, bergerak bersama dan memastikan api benar-benar ditangani,” tegas gubernur.
Dia menekankan penanganan karhutla tak cukup hanya dilakukan melalui instruksi dari ruang kerja, lantaran kondisi di lapangan membutuhkan kehadiran dan tindakan langsung agar api tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.
Dia pun meminta seluruh jajaran terkait harus tetap bekerja di lapangan selama ancaman karhutla masih terjadi. Koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, relawan dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan.
“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat dan memastikan kebakaran bisa dikendalikan. Kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Kalteng pantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh
Sebelumnya usai menerima massa aksi di kantor gubernur yang membawakan sejumlah tuntutan terkait karhutla, gubernur kemudian bersama mahasiswa juga memantau langsung kondisi dan penanganan karhutla di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR).
Agustiar menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan dengan sinergi dan koordinasi yang baik antar instansi, serta dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga: Pemprov Kalteng sediakan rumah oksigen di Bundaran Besar
Baca juga: Terima massa aksi, Gubernur Kalteng dengarkan tuntutan terkait karhutla
Baca juga: Kalimantan Tengah tetapkan tanggap darurat karhutla
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
