Logo Header Antaranews Kalteng

Legislator Barut apresiasi Korpri bagikan 2000 masker

Jumat, 4 September 2026 07:27 WIB
Image Print
Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani. ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, mengapresiasi langkah Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (DPK Korpri) daerah setempat yang membagikan sebanyak 2000 masker kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami mengapresiasi kepedulian DPK Korpri Barito Utara yang turun langsung membagikan masker kepada masyarakat. Ini langkah yang sangat positif, terutama di tengah kondisi kabut asap seperti sekarang,” kata Naruk Saritani di Muara Teweh, Kamis.

Menurut dia, pembagian masker yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak buruknya kualitas udara di wilayah Muara Teweh dan sekitarnya.

Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Barito Utara perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, karena paparan asap karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya saluran pernapasan.

"Kita harapkan pembagian masker ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat diikuti dengan langkah-langkah lain untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap," kata dia.

Naruk juga mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dinilai penting sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel dari asap.

“Kesadaran masyarakat juga sangat penting. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker dan jaga kondisi kesehatan, terutama anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” katanya.

Selain upaya perlindungan diri, Naruk menekankan pentingnya pencegahan karhutla. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran dan memperparah kondisi udara. “Kita tentu berharap kondisi kabut asap ini segera berakhir. Karena itu, pencegahan kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau kualitas udara serta mengambil langkah yang diperlukan apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

“Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat. Semua pihak harus bersinergi menghadapi kondisi ini,” ujarnya.

Baca juga: Kemenhaj Barito Utara sosialisasikan kebijakan haji 2027 ke calon jamaah

Baca juga: Pemkab Barito Utara fokuskan penanganan karhutla di kecamatan risiko tinggi

Baca juga: 134 JCH Barito Utara ikuti sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026