Logo Header Antaranews Kalteng

Lahan terbakar capai 1.800 hektare, Kobar perpanjang status darurat karhutla

Jumat, 4 September 2026 14:05 WIB
Image Print
Bupati Kobar Nurhidayah bersama seluruh pihak perkuat penanganan karhutla di Kobar, Sabtu (29/8/2026) lalu. ANTARA/Safitri RA

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali memperpanjang Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), seiring masih maraknya kejadian, bahkan luas lahan yang terbakar sudah mencapai 1.800 hektare.

"Dari jumlah tersebut, Kecamatan Arut Selatan dan Kumai masih menjadi wilayah dengan data kejadian dan luasan terbanyak kejadian Karhutla di wilayah Kobar," kata Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Jumat.

Sebelumnya status tanggap darurat sudah dua kali diperpanjang. Status tersebut akan kembali diperpanjang untuk ketigakalinya, terhitung 4 hingga 18 September 2026, guna memastikan seluruh sumber daya penanganan tetap siaga penuh.

Nurhidayah mengungkapkan, saat ini masih terdapat tujuh titik karhutla aktif yang ditangani tim gabungan, dengan titik terbesar berada di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.

"Kurang lebih sebanyak 400 personel gabungan dikerahkan kelapangan untuk melakukan penanganan," ungkapnya.

Personel gabungan tersebut terdiri dari OPD, TNI melalui Kodim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa.

Pemerintah Kabupaten Kobar juga memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak kabut asap terus berjalan tanpa jeda.

“Penanganan karhutla dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap terus kami jalankan penuh, selama 24 jam, tanpa jeda, berbagai langkah-langkah penanganan akan terus di perkuat, hingga kondisi benar-benar terkendali di lapangan," ucap Nurhidayah.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla, Dinas Kesehatan distribusikan sebanyak 2000 masker kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kobar.

Masker yang diserahkan itu, selanjutnya dibagikan kepada masyarakat khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan penyakit penyerta.

Selain itu, dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial terus dimaksimalkan dengan dukungan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Dapur dipastikan terus beroperasi setiap harinya, agar kebutuhan konsumsi harian petugas di lapangan maupun di posko induk tetap terpenuhi.

Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperluas fokus penanganan, yang tidak hanya pemadaman api, tetapi juga mengantisipasi dampak ikutan musim kemarau, seperti krisis ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Nurhidayah menyampaikan, pihaknya juga telah mengusulkan bantuan helikopter water bombing kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar dapat disiagakan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mempercepat proses pemadaman dari udara di titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Pemkab juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengatasi kendala akses lokasi dan keterbatasan sumber air di beberapa titik kebakaran,” ujarnya.

Untuk keselamatan para petugas lapangan sebagai respons atas risiko kesehatan yang dihadapi personel di lapangan.

Pemkab Kobar juga memperkuat dukungan tim medis yang disiagakan di posko dan titik-titik penanganan aktif. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan personel tetap terpantau selama menjalankan tugas di lapangan.

“Selain itu, akan dilakukan rotasi serta pembatasan waktu bertugas bagi personel, guna mengurangi risiko kelelahan dan gangguan pernapasan akibat paparan asap berkepanjangan," ucapnya.

Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan alat pelindung diri, seperti masker dan oksigen portabel, bagi seluruh petugas dan relawan yang bertugas langsung di titik api, serta mengevaluasi kebutuhan tambahan personel dan peralatan untuk mengurangi beban kerja di titik-titik rawan,” jelasnya.

Nurhidayah tidak henti-hentinya memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, untuk saling menjaga lingkungan, dengan cara tidak membuka lahan dengan cara membakar. Serta segera melapor apabila ditemukan titik api, dan mengurangi aktifitas di luar rumah dan menggunakan masker.

Duka mendalam juga disampaikan oleh Nurhidayah, terhadap atas gugurnya relawan pemadam kebakaran Ahmadin alias Itam Madin, yang meninggal dunia pada 30 Agustus 2026 setelah mengalami sesak napas akibat terus berjuang menangani karhutla di lapangan.

“Dedikasi dan pengabdian almarhum menjadi pengingat besarnya pengorbanan para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan bencana ini,” demikian Nurhidayah.

Baca juga: PT KLR dan PT TSA perkuat komitmen cegah karhutla di daerah melalui apel dan sosialisasi

Baca juga: Dukung penanganan karhutla, DWP Kobar sumbang logistik ke dapur umum relawan

Baca juga: Asap tebal mulai selimuti Pangkalan Bun



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026