Logo Header Antaranews Kalteng

Jemaat GKE Bartim diminta terlibat aktif bantu pemkab sosialisasikan bahaya karhutla

Senin, 7 September 2026 13:32 WIB
Image Print
Bupati Barito Timur M Yamin saat menghadiri acara Jemaat GKE Tamiang Layang, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-MMC Bartim.

Tamiang Layang (ANTARA) - Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah, M Yamin mengajak jemaat Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tamiang Layang Utara, turut membantu pemerintah mensosialisasikan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan TNI terus melakukan berbagai upaya menghadapi kondisi karhutla yang semakin parah, kata Yamin di Tamiang Layang, kemarin.

"Tetapi kondisi karhutla saat ini sudah masuk situasi darurat bencana. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, dan asap mulai mengganggu aktivitas serta kehidupan masyarakat," ucapnya.

Untuk itu, menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bartim itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk jemaat GKE, untuk bersama-sama menghadapi kondisi tersebut dengan tetap berdoa sesuai keyakinan masing-masing, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dia mengatakan salah satu cara yang dapat dilakukan elemen masyarakat yakni, sosialisasi bahaya karhutla. Di mana sosialisasi itu dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, kelompok masyarakat, hingga wilayah masing-masing, termasuk kecamatan, desa, dan RT.

"Masyarakat perlu memahami bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak luas terhadap berbagai sisi kehidupan," kata Yamin.

Bupati Bartim itu juga mengingatkan masyarakat di kabupaten setempat terkait Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026. Di mana aturan itu mengamanatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, baik untuk pertanian, perkebunan, pertambangan maupun kegiatan lainnya.

Dia mengatakan imbauan dan peringatan pemerintah tersebut dapat dipatuhi demi mencegah karhutla semakin meluas. Selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan lainnya.

"Mari kita bersama-sama mencegahnya demi kenyamanan bersama," demikian Yamin.

Baca juga: Bupati Bartim minta kecamatan dan desa aktif pantau area rawan terbakar

Baca juga: Bupati Bartim: Keberhasilan BUMDes Unru Nyingkai patut dicontoh desa lain

Baca juga: Bupati Bartim tempatkan APBD-P 2026 jadi penguat kemandirian fiskal

Baca juga: Sumur mengering, Pemkab Bartim salurkan air bersih ke warga Desa Saing



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026