
TNI kerahkan 10 mobil tangki perkuat pemadaman karhutla di Kotim

Sampit (ANTARA) - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diperkuat dengan tambahan 10 mobil tangki dari TNI yang dikerahkan untuk mendukung pemadaman di wilayah setempat.
“Sebelumnya, Danrem sendiri yang menyampaikan bahwa akan ada tambahan untuk melakukan pemadaman kebakaran, sebanyak 10 unit. Kamis malam unitnya telah datang dan sudah mulai beroperasi,” kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati di Sampit, Rabu.
Irawati menyampaikan, tambahan armada tersebut merupakan dukungan jajaran TNI melalui Korem 102/Panju Panjung, Kodim 1015/Sampit dan Yonif TP 923/Mentaya untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla di Bumi Habaring Hurung.
Sebanyak 10 kendaraan tersebut telah mulai dikerahkan dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar armada ditempatkan di Pos Komando (Posko) Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kotim sebagai pusat dukungan operasi pemadaman.
“Lalu, tiga unit mobil tangki disebar ke wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan lebih, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Kota Besi,” sebutnya.
Keberadaan mobil tangki tersebut diharapkan membantu mempercepat pasokan air ke lokasi kebakaran, khususnya pada titik-titik yang membutuhkan dukungan armada dalam jumlah lebih besar untuk menjaga pemadaman tetap berjalan.
Selain penambahan kendaraan, kekuatan operasi juga mendapat dukungan personel TNI. Personel tersebut berasal dari jajaran Korem, Kodim dan Yonif TP 923/Mentaya yang turut diterjunkan untuk menangani karhutla.
“Jadi personil dari mereka semuanya. Jadi ada 112 kalau enggak salah. Personilnya dari mereka semua, mobil dari mereka semua dan mereka yang mengerjakan kalau untuk malam,” jelas Irawati.
Baca juga: Kumpulkan pelaku transportasi, KSOP Sampit tegaskan tidak ada kompromi untuk keselamatan
Penambahan kekuatan tersebut sekaligus mendorong penyesuaian pola operasi pemadaman karhutla di Kotim. Pemerintah daerah membagi waktu pengerahan personel agar penanganan kebakaran dapat berlangsung lebih optimal sepanjang hari.
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta Polres Kotim difokuskan melaksanakan penanganan sejak pagi hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Selanjutnya, operasi pada malam hari diperkuat personel TNI yang mulai bergerak sekitar pukul 20.00 WIB. Skema ini diharapkan menjaga kesinambungan pemadaman sekaligus memperkuat penanganan di titik-titik yang masih berpotensi meluas.
“Jadi Yonif TP semua dengan Kodim dan Korem yang mengerjakan pada saat malam hari. Tapi kalau memang titik apinya banyak, tidak menutup kemungkinan dari pihak BPBD dan Damkar juga ikut gabung,” bebernya.
Irawati menegaskan pembagian tugas tersebut bukan berarti masing-masing unsur bekerja secara terpisah. Apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan kekuatan, personel BPBD dan Damkarmat tetap dapat bergabung dalam operasi pemadaman yang dilakukan pada malam hari.
Dengan tambahan 10 mobil tangki, dukungan 112 personel TNI serta pembagian waktu operasi yang lebih terstruktur, pemerintah daerah berharap kemampuan penanganan karhutla di Kotim semakin meningkat.
Penguatan tersebut juga dinilai penting untuk mempercepat respons terhadap titik api, terutama ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah.
“Dengan penanganan yang lebih cepat dan dukungan armada yang memadai, dampak karhutla terhadap lingkungan, masyarakat maupun aktivitas daerah diharapkan dapat ditekan,” demikian Irawati.
Baca juga: Kasus ISPA di Kotim meningkat dampak kabut asap karhutla
Baca juga: Legislator Kotim sebut Maulid Nabi jadi momentum perkuat solidaritas
Baca juga: DPRD Kotim jadwalkan tinjauan lapangan pengelolaan eks kebun PT DAS
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
