Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Palangka Raya dorong layanan kesehatan dampak kabut asap diperluas

Senin, 14 September 2026 13:37 WIB
Image Print
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu. ANTARA/Rajib Rizali.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Hap Baperdu mendorong pemerintah kota memperluas layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak kabut asap seperti ini memang perlu terus dilakukan. Jangan sampai masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan justru terlambat mendapatkan penanganan,” katanya di Palangka Raya, Senin.

Dia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Puskesmas Bukit Hindu yang membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jalan Mendawai Induk.

Menurutnya, layanan tersebut merupakan respons yang tepat terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk akibat karhutla.

Ia menilai penanganan dampak kabut asap harus berjalan beriringan dengan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Sebab, paparan asap dapat memicu keluhan kesehatan, sehingga masyarakat memerlukan akses pemeriksaan dan penanganan yang cepat," ucapnya.

Hap mendorong agar layanan CKG tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, tetapi juga menjangkau kawasan lain yang terdampak kabut asap.

Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah perlu mempertimbangkan pembagian masker, vitamin, dan obat-obatan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Edukasi kepada masyarakat juga penting. Mereka harus mengetahui kapan harus mengurangi aktivitas di luar rumah dan kapan harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Edukasi tersebut, lanjutnya, perlu diberikan secara rutin, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Hap juga meminta fasilitas kesehatan di Kota Palangka Raya memperkuat kesiapsiagaan selama kondisi kabut asap berlangsung.

Kesiapan tenaga medis serta fasilitas pendukung, termasuk ruang oksigen, perlu dipastikan agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani.

“Yang paling penting sekarang bagaimana masyarakat tetap terlindungi. Pemerintah bersama fasilitas kesehatan harus memastikan pelayanan tetap siap selama kondisi kabut asap berlangsung,” demikian Hap.

Baca juga: Disdik Palangka Raya perpanjang PJJ akibat kualitas udara berbahaya

Baca juga: DLH Palangka Raya perkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat

Baca juga: Kejari Palangka Raya musnahkan 918 gram sabu dari 65 perkara



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026