Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Bartim minta kesiapan dan prasarana karhutla dicek secara rutin

Senin, 14 September 2026 15:41 WIB
Image Print
Bupati Barito Timur M Yamin saat memimpin rakor penanganan karhutla di Tamiang Layang, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO.

Tamiang Layang (ANTARA) - Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah, M Yamin mengingatkan sekaligus meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), secara rutin mengecek ulang kesiapan personel serta sarana dan prasarana, agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat terlaksana optimal.

Permintaan itu disampaikan pada saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla yang dihadiri Wakil Bupati Bartim Adi Mula Nakalelu, Kapolres AKBP Iqbal Sengaji, Dandim 1012 Buntok, Sekretaris Daerah Misnohartaku, Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko, para kepala perangkat daerah, camat se-Bartim, serta unsur terkait lainnya, Senin.

"Seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan secara maksimal dan bergerak cepat menghadapi ancaman karhutla. Jangan sampai ada alasan kekurangan alat saat darurat terjadi," ucapnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Bartim ini pun berpesan kepada para camat, agar memperkuat koordinasi dengan kepala desa dan lurah. Termasu, setiap titik rawan harus dipetakan dan laporan titik api wajib diverifikasi cepat tanpa menunggu situasi menjadi parah.

"Jangan menunggu api membesar. Jangan menunggu laporan berulang. Dan jangan menunggu viral di media sosial baru kita bergerak," kata Yamin.

Dirinya kembali mengingatkan hasil rapat koordinasi tersebut, tidak sekadar menjadi kesepakatan di atas kertas, melainkan langsung diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. Pembagian tugas harus jelas, dari mulai siapa berbuat apa, di mana, dan kepada siapa harus melapor.

Baca juga: Pemkab dan berbagai elemen di Bartim doa minta hujan

Dia mengatakan setiap laporan titik api harus segera direspons secara terukur, secara konsisten mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan melakukan evaluasi berkala serta memantau situasi secara berjenjang.

"Kita harus hadir sebelum api membesar, bergerak ketika ada tanda-tanda kebakaran, dan memastikan masyarakat terlindungi ketika terjadi keadaan darurat," demikian Yamin.

Dalam rakor itu, Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji membagikan pengalaman berharga terkait strategi pemadaman karhutla, yang pernah dijalankan pihaknya di Kabupaten Pulang Pisau sebagai referensi penanganan di wilayah setempat.

"Pihak perusahaan pun harus menunjukkan tanggung jawab sosial dengan memastikan wilayah kerja mereka aman, memiliki alat pemadam mandiri, serta siaga berkoordinasi dengan pemerintah," tandas Iqbal.
(*Kontributor lepas

Baca juga: Jemaat GKE Bartim diminta terlibat aktif bantu pemkab sosialisasikan bahaya karhutla

Baca juga: Bupati Bartim minta kecamatan dan desa aktif pantau area rawan terbakar

Baca juga: Sumur mengering, Pemkab Bartim salurkan air bersih ke warga Desa Saing



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026